Korban Pelecehan Seksual Oknum Guru, Alami Trauma

142
ilustrasi

BONTANG – Ab (11) korban pelecehan seksual oleh seorang oknum guru belum lama ini mengalami rasa trauma. Kendati tak mengalami trauma yang cukup mendalam, namun ingatan kala dirinya dilecehkan membuatnya terguncang.

Siskah Haya, petugas  pendamping  Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) wilayah Bontang Barat mengatakan, kondisi terkini korban secara fisik terlihat normal. Namun saat ditanya seputar kronologis kejadian Ab merasa tertekan.

“Waktu kami kunjungan,  anaknya kelihatan normal tapi kalau ditanya seputar kejadian itu dia tertekan. Kita gak bisa tanya langsung, apalagi ini sudah bikin trauma untungnya orang tuanya selalu support,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/6)

Saat ini kata Siskah, Ab sedang diboyong bersama keluarganya ke Kota Samarinda untuk menghilangkan rasa stres pasca kejadian yang dialaminya. Menurutnya, Ab saat berinteraksi dengannya sangat terbuka, namun jika ia diberondong pertanyaan seputar kejadian yang menimpanya ia tampak uring-uringan.

“Makanya keluarga lagi melakukan upaya pemulihan, dari pengakuan korban dia sudah 4 kali dilecehkan. Tahun 2016 yang pertama kali,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Satreskrim Polres Bontang meringkus oknum guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Raja (11) –bukan nama sebenarnya– siswa kelas V di salah satu Sekolah Dasar Negeri ini menjadi korban.

Kasatreskrim Iptu Rihard Nixon menjelaskan kejadian naas tersebut terjadi saat jam sekolah berakhir. Raja memiliki kebiasaan menunggu temannya di sekolah yang berbeda, untuk diajak pulang bersama. Kebiasaan tersebut membuat pelaku menghampiri korban, untuk meminta bantuan berkenaan dengan perkerjaannya. Sang korban pun tak mengelak ajakan dari pelaku tersebut karena dijanjikan bakal diberi uang.

“Keadaan ruang guru saat itu sepi. Apalagi lokasinya di salah satu sudut bangunan sekolah. Lalu korban menanyakan pekerjaan yang akan diselesaikannya, namun pelaku justru memberikan video konten dewasa. Setelah itu pelaku melakukan pelecehan dengan menyentuh alat vital korban,” jelasnya. (*/nug)

1
2
BAGIKAN

Komentar