Berantas Hoax, Berantas Pemikiran Merusak Masyarakat

92
Nurul Inayah, SEI

Oleh: Nurul Inayah, SEI (Tenaga Kontrak Kemenag Kota Bontang)

Penggunaan media sosial yang semakin massif dari waktu ke waktu membuat berbagai macam pemberitaan dengan sangat cepat tersebar luas dalam hitungan detik keseluruh dunia. Di satu sisi, hal ini tentu menguntungkan. Karena dapat dengan mudah mengakses berita dan informasi yang dibutuhkan. Di sisi lain, kebenaran dari sebuah berita dan informasi yang diperolehpun relatif sulit dipisahkan antara berita asli atau hoax.

Hal ini pun mendapat respon dari berbagai pihak. Mulai dari elemen masyarakat hingga kalangan birokrat. Bahkan, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berencana membentuk Badan Siber Nasional (Basinas) untuk memberantas kejahatan dunia maya. Namun, kebijakan tersebut dianggap tidak tepat untuk memberantas isu liar di dunia maya. Menurut pengamat multimedia Heru Sutadi, pemerintah harus memisahkan peran Basinas dengan pemberantasan isu hoax. Sebaiknya Basinas cukup fokus terhadap revolusi digital untuk perlindungan ekonomi digital, terutama transaksi keuangan.

“Saya pikir harus dipisahkan antara isu hoax dan peran BCN (Badan Cyber Nasional). Terlalu kecil jika masalah hoax menjadi tugas BCN. BCN harus mendapat tugas menyukseskan revolusi ekonomi digital, seperti perlindungan terhadap e-commerce, e-government, serta inklusi keuangan digital,” kata Heru saat berbicang dengan detikcom, Kamis (5/1/2017) malam.

“Janganlah BCN disuruh mematai-matai apa yang menjadi percakapan di dunia maya atau bahkan memasuki informasi pengguna internet,” lanjutnya.

Pemerintah memang berkewajiban membuat regulasi yang jelas tentang penyebaran informasi di masyarakat. Misal, tidak boleh menyebar berita bohong, palsu, fitnah dan (dalam syariah Islam) pemikiran/ide yang bertentangan dengan akidah Islam. Pada saat yang sama, pemerintah pun harus meningkatkan kemampuan publik untuk bermedia/literasi media yakni memahami untuk kepentingan apa saja media digunakan. Fungsi media untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan peduli harus difahami oleh semua lapisan masyarakat, terlebih praktisi media (jurnalis, pemilik media). Jika terdapat pelanggaran dari ketentuan aturan yang ada, maka sanksi akan diberlakukan untuk semua pelanggar baik pengguna media sosial maupun praktisi media professional.

1
2
3
BAGIKAN

Komentar