Melihat Perajin Sumpit Tradisional di Kota Taman

227
KERAJINAN TRADISI: Mustakim tengah menjajal salah satu sumpit buatannya. (LUKMAN/BONTANG POST)

Dikerjakan Sepuluh Hari, Dijual Sampai ke Kutai Barat

Bukan hanya berjaya dalam olahraga tradisional sumpit, Bontang juga memiliki para perajin sumpit tradisional Kalimantan. Salah satunya Mustakim, kakek tujuh cucu yang sehari-hari menjadi tenaga pengaman di Satpol PP Bontang.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Membuat sumpit standar untuk olahraga tradisional sumpit bukanlah hal mudah. Hal ini diakui oleh Mustakim. Walaupun memiliki pengalaman bertukang, butuh waktu satu tahun hingga dia akhirnya benar-benar mampu menghasilkan sumpit berkualitas yang layak untuk event perlombaan.

“Saya belajar membuat sumpit sejak 2012. Saya belajar dari perajin yang sudah lebih dulu ada di Bontang. Para perajin di Guntung. Kebetulan saya aktif dalam olahraga sumpit,” ujar Mustakim saat ditemui media ini di kediamannya di Jalan DI Panjaitan, Sabtu (21/1) kemarin.

Kesulitan pembuatan sumpit menurut Mustakim dimulai sejak persiapan bahan. Bahan utama untuk pembuatan sumpit yaitu batang kayu kapur atau kayu ulin misalnya, harus benar-benar kering sebelum diproses lebih lanjut menjadi sumpit. Karena bila tidak, kayunya bisa bengkok saat dipahat sedemikian rupa. “Kayunya harus dikeringkan terlebih dulu. Proses pengeringannya bisa memakan waktu setengah bulan,” urainya.

Setelah benar-benar kering, barulah kayu tersebut diluruskan. Dengan panjang sekitar 2 meter, kayu dipahat membentuk sumpit panjang. Kayu tersebut lantas dilubangi memanjang bagian dalamnya dari ujung ke ujung menggunakan bor. Setelah berlubang di bagian dalamnya, dimasukkan pipa cubing.

Lantas dilakukan proses pembubutan untuk memasangkan bahan stainless yang menjadi tempat meniup peluru sumpit.“Proses pembubutannya ini yang susah,” sebut Mustakim.

Setelah sumpit selesai dibuat, barulah diperhalus dan diukir sedemikian rupa untuk menjadikannya terlihat menarik. Biasanya, Mustakim membutuhkan waktu 10 hari untuk bisa menghasilkan satu sumpit. Harga satu sumpitnya bervariasi tergantung ukuran. Dengan modal Rp 700 ribu, Mustakim rata-rata bisa mengantongi sekitar Rp 2 jutaan untuk satu sumpit.

1
2
BAGIKAN

Komentar