PNS Nyambi Jadi Pengedar Sabu Diamankan

108
DIGEREBEK: Kasat Reskoba Iptu Abdul Rauf memimpin langsung jalannya penyelidikan dan penggerekan terhadap kasus narkoba yang dilakukan oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kutim.(Polres Kutim For Radar Kutim)

Seorang Honorer Ikut Diamankan Polisi

SANGATTA – Prilaku FR (30) dan AS (39) benar-benar telah mencemari nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). AS merupakan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan FR adalah pegawai honorer di salah satu dinas di lingkungan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta.

Keduanya diciduk Unit Opsnal Satreskoba, Polres Kutim, di sebuah rumah di Bukit Pelangi, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, Jumat (20/1) pukul 11.00 Wita lalu

Dari tangan kedua pelaku, anggota Openal Satreskoba berhasil mengamankan barang bukti 6 poket sabu, masing-masing 1 bungkus plastik klip, timbangan digital dan handphone, serta uang tunai sebesar Rp 7 juta yang diduga hasil penjualan narkoba, seperangkat alat hisap dan sebuah sepeda motor Honda Supra.

Terungkapnya kasus ini berawal pada awal bulan Januari 2017, unit Opsnal Satreskoba Polres Kutim mendapatkan informasi bahwa di sekitar areal Bukit Pelangi Sangatta sering terjadi transaksi gelap nakotika jenis sabu. Kemudian unit opsnal Satreskoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba melakukan penyelidikan.

Alhasil, Jumat (20/1) pukul 11.50 Wita, Unit Opsnal Satreskoba berhasil mengamankan satu pelaku FR yang sedang mengendarai sepeda motor di bukit pelangi. Dengan sigap, petugas opsnal kemudian melakukan proses pengeledahan dan ditemukan 1 poket yang diduga sabu.

Barang tersebut disimpan FR di dalam kantong celananya. Setelah diintrogasi, kepada polisi FR mengakui telah mengkonsumsi sabu dan mendapatkan barang tersebut dari seorang pelaku berinisial AS. Selanjutnya unit Opsnal Satreskoba melakukan pengembangan informasi

Tak butuh waktu lama, di hari yang sama sekira pukul 13.00 Wita, polisi berhasil mengamankan pelaku AS di rumahnya di kawasan Bukit Pelangi. Ketika itu, AS sedang berada di dalam kamarnya. Kemudian polisi melakukan proses pengeledahan dan didapatkan barang bukti sabu sebanyak 5 poket sabu, timbangan digital, uang tunai Rp 7 juta yang diduga hasil penjualan sabu, satu bendel plastik klip dan satu buah handphone.

1
2
BAGIKAN

Komentar