Wacana Tugu Kuntilanak Ditolak, Kenapa Ya?

212
PENAMPAKAN: Salah satu meme yang beredar di media sosial tentang Tugu Kuntilanak. (Facebook Deny)

Pontianak – Makhluk halus seperti kuntilanak harusnya membuat manusia takut. Tapi bagi seorang Kartius, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat, sosok setan perempuan berambut panjang itu layak jadi salah satu landmark di ibukota Kalimantan Barat.

“Kita bikin menara (kuntilanak) setinggi 100 meter. Jadi wisatawan bisa melihat Kota Pontianak dari atas, tidak perlu keliling-keliling,” ujar orang dekat Gubernur Kalbar tersebut, belum lama ini. Dalam rencananya, tugu itu akan dibangun di tepian Sungai Kapuas dekat Jembatan Kapuas I.

Imbuh dia, “Saya kasi tahu ya. Saya di pariwisata, banyak orang mendukung, luar biasa”.

Mantan Kepala BKD Kalbar itu menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang menolak idenya. “Kita berpikir kreatif dibilang gila, dibilang syirik,” ucapnya santai.

Kartius mengaku tidak mempermasalahkan jika orang mengkritik dirinya. Dengan dikritik, membuat ide itu semakin membuncah.

“Pro dan kontra biasa dalam hidup. Kalau tidak ada pro dan kontra itu tempayan. Kalau takut dikritik jadi tempayan saja. Birokrasi harus mampu inovasi dan kreatif untuk melakukan terobosan supaya kesejahteraan rakyat meningkat. Jangan dianggap enteng,” tukas dia.

Rencana Kartius ini jelas saja direspons berbagai pihak. Salah satunya Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, yang menanggapi dingin.

“Ka’ati (suka-suka) die lah, saye tak ngurus itu, terserah jak,” ujar Sutarmidji ditemui Rakyat Kalbar usai menghadiri silaturahmi Kamtibmas antara Forkopimda bersama Forum Kerukunan Umat Beragama di aula Kodim 1207/BS, Selasa (17/1).

Sebelum itu, Sutarmidji bahkan sempat menulis di akun facebook-nya, “Ada yang ingin bangun patung KUNTILANAK, saya terus terang aja dari dulu mikir nih, gimana modelnya ya, soalnya saya belum pernah ketemu, terus kalau dibuat lalu ada yang mirip dengan patung yang dibuat kan bisa marah dia nya atau kuntilanak malah protes nantinya”.