Bantu Dongkrak PAD, Pemkab Lirik Potensi Wisata

59
PERLU DIGARAP: Pantai Sekerat di Kecamatan Bengalon (Foto 1) dan gua kars di Kecamatan Kaliorang (Foto 2) menjadi daya tarik wisata yang dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan.(Fahrul Razi/Radar Kutim)

 

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur berharap mampu untuk memaksimalkan potensi dan sumber-sumber yang bisa memberikan pemasukan bagi daerah. Mulai dari menggenjot penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta retribusi yang selama ini kurang dimaksimalkan. Bahkan, potensi objek wisata yang selama ini kurang digarap maksimal pun mulai dilirik.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah mengatakan sebenarnya jika Kutim mampu memaksimalkan potensi-potensi  pendapatan yang ada di daerah, maka tentu akan memberikan pemasukan lebih bagi pendapatan asli daerah Kutim. Tidak hanya pajak dan retribusi daerah, potensi wisata harusnya juga mampu memberikan tambahan bagi pendapatan daerah.

“Banyak daerah yang sukses meningkatkan pendapatannya darik sektor wisata. Nah, Kutim juga pasti bisa. Karena banyak potensi yang Kutim miliki. Namun, memang belum digarap maksimal,” ucap Irawansyah.

Dia menyebutkan, banyak potensi alam yang bisa dikembangkan dan memiliki daya jual sebagai objek serta destinasi wisata di Kutim. Seperti wisata pantai dan laut, hutan wehea, gua karst dan termasuk Taman Nasional Kutai (TNK). Jika potensi wisata tersebut dikelola dengan baik dan benar, tentu akan menghasilkan pemasukan yang besar bagi Kutim.  “Bahkan saat ini sudah banyak wisatawan asing yang masuk ke Kutim untuk meneliti maupun berlibur di lokasi-lokasi wisata alam, namun tidak terdata,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan Irawansyah, terbentuknya Dinas Pariwisata sebagai sebuah OPD baru, diharapkan mampu mengelola objek-objek wisata alam di Kutim lebih maksimal. Sehingga bisa lebih menarik minat wisatawan datang dan berlibur ke Kutim. Tentunya akan berimbas pada pemasukan bagi daerah.

“Dinas Pariwisata perlu melakukan banyak langkah, seperti pembenahan infrastruktur terutama akses jalan menuju destinasi wisata alam tersebut, sehingga lebih memiliki nilai jual yang tinggi. Karena memudahkan wisatawan untuk datang dan mengakses lokasi wisata yang ada. Tentu upaya itu dilakukan dengan menggandeng OPD terkait lainnya,” tutup Irawansyah. (aj)

1
2
BAGIKAN