ASTAGA!! Cetak Uang Palsu Untuk Beli Narkoba

935
DIAMANKAN: Tiga pelaku pencetak dan pengedar uang palsu diamankan Polres Bontang beserta barang buktinya.(IST)

 

Pelaku Diamankan setelah Bayar Utang

BONTANG – Tiga pelaku yang melakukan pencetakan uang palsu diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang. Mereka telah mencetak uang palsu senilai Rp 1,9 juta. Parahnya, sebagian uangnya untuk beli narkoba jenis sabu dan pil double L.  Sementara pelaku berhasil ditangkap saat membayar utang kepada korbannya dengan menggunakan uang palsu.

Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan Rabu (18/1) kemarin sekira pukul 04.00 Wita oleh Unit Opsnl Satreskrim  Polres Bontang dan Unit Tipiter Satreskrim Polres Bontang yang menangani Tindak Pidana Peredaran Uang Palsu atas dasar Laporan Polisi nomor LP/13/I/2017/Kaltim/Res Btg tanggal 18 Januari 2017.

Pelapor atas nama Arip Rianto (26) warga jalan Asmawarman RT 15 Kelurahan Gunung Telihan yang melaporkan tersangka bernama Nasarudin (29) warga Jalan RE Martadinata RT 25 Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara serta Krisna Ade (24) warga Jalan Arif Rahman Hakim Kelurahan Belimbing Kecamatan Bontang Barat.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Ade Harri Sistriawan mengatakan, pelaku Nasarudin sempat menghubungi korban dengan maksud ingin membayar utangnya yang menjaminkan handphone (hp) kepada korban. Korban pun menghubungi Idawati sebagai saksi untuk menerima uang dari pelaku. “Namun setelah menerima uang sebesar Rp 300 ribu, Idawati menyampaikan bahwa uang dari Nasaruddin itu palsu,” jelas Ade, Rabu (18/1) kemarin.

Korban pun langsung menghubungi pelaku namun nomor handphone-nya tidak aktif. Pada hari Rabu (18/1) sekira pukul 02.00 Wita, pelaku menghubungi korban dengan maksud ingin melunasi sisa utangnya.

Setelah ditunggu oleh korban, pelaku Ade datang karena diminta Nasarudin untuk menyerahkan sisa utangnya kepada korban sebesar Rp 400 ribu. “Sisa utang yang diterima, membuat korban curiga karena terasa tebal dan warnanya yang berbeda,” ungkap Ade.

1
2
3
BAGIKAN