Ingin Banggakan Bontang Lewat Film 

687
Muhammad Arif (Dok. Pribadi)

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Muhammad Arif (139)

Beberapa film pendek maupun layar lebar dengan latar Kota Taman memang sudah ada, salah satunya film yang menceritakan Marching Band Bontang PKT. Namun, film tersebut bukanlah karya putra daerah Bontang. Muhammad Arif, sineas asli Bontang ini bertekad menggarap film yang mempromosikan Bontang, tentu dengan standar dan kualitas yang tak kalah dengan film layar lebar.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

KETERTARIKAN alumni SMAN 1 Bontang 2010 silam dengan dunia film terjadi saat dirinya duduk di kelas 12 IPS. Melalui mata pelajaran kesenian, guru Arif, Wicitra Wening memberikan penugasan kepada kelas 12 IPA maupun IPS untuk tugas akhir pelajarannya. Untuk kelas 12 IPA, mereka ditugaskan untuk membuat film, sedangkan untuk 12 IPS bermain seni peran atau teater.

Namun, siswa 12 IPS diperbolehkan untuk membantu 12 IPA, begitu pula sebaliknya baik sebagai pemain, maupun sebagai kru. “Waktu itu saya sering dimintai tolong ikut jadi pemain di filmnya anak-anak IPA, kadang juga ikut bantu jadi krunya juga,” ujar lelaki jangkung kelahiran Bontang, 3 Desember 1991 ini.

Dalam proses pengerjaan tugas akhir tersebut, terlebih saat Arif membantu teman-temannya di kelas 12 IPA, dirinya justru merasa nyaman dan asyik bergelut di dunia perfilman. Sadar dengan ketertarikan tersebut, Wicitra kemudian memberikan saran kepada Arif dan beberapa rekan lainnya yang tertarik dengan dunia film untuk melanjutkan studi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Mendengar hal tersebut, Arif pun langsung mencari informasi terkait perguruan tinggi tersebut. “Ternyata, di kampus itu banyak menghasilkan sineas-sineas terkenal saat ini, seperti Riri Riza, Mira Lesmana, Hanung Bramantyo, dan lain-lain. Akhirnya saya mantap ingin lanjut ke sana (IKJ, Red.),” ungkap Arif.