Harga Naik, Sawit Rawan Pencurian 

68
RAWAN: Semenjak naiknya TBS, Disbun menghimbau agar kiranya petani sawit untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena rawan akan pencurian.(Dhedy/Radar Kutim)

 

BREAKER “Jadi perlu dicurigai jika ada yang jual TBS dengan harga murah dibawah harga yang sudah disepakati bersama. Besar kemungkinan, TBS tersebut hasil curian,”

Kasianto Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Disbun. 

SANGATTA – Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit diawal 2017, memicu aksi kejahatan berupa pencurian. Pasalnya, untuk kelapa sawit yang umur tanamannya sudah sembilan dan sepuluh tahun, harga TBS kini mencapai Rp 1.800 lebih perkilonya. Sementara, pada tahun 2016 lalu, untuk umur sembilan tahun, hanya Rp1.600 dan umur sepuluh tahun Rp1.700 perkilo. (Lengkap lihat tabel).

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil, Dinas Perkebuanan (Disbun), Kasianto mengaku, sebelum naiknya harga TBS, pencurian dilaporkan sudah merajalela. Terlebih, saat ini TBS sudah mengalami kenaikan, potensi pencurian akan semakin meningkat. Karenanya, pengusaha sawit diminta untuk terus waspada dan semaksimal mungkin mengontrol hasil panen TBS nya tersebut.

“Jadi perlu dicurigai jika ada yang jual TBS dengan harga murah dibawah harga yang sudah disepakati bersama. Besar kemungkinan, TBS tersebut hasil curian,” ujar Kasianto yang sebelumnya Kepala Bidang Produksi Disbun.

Himbauan ini dilayangkan lantaran, pihaknya pernah beberapa kali menjumpai dan mendapatkan laporan dari tim jika terdapat seseorang yang tengah melakukan penjualan yang diduga hasil curian kepada lapak baru (penadah) selain perusahaan. Penjualannya pun tidak dilakukan secara terbuka, akan tetapi tertutup dengan cara timbang dan bayar dijalan. “Siapa yang tidak tergiur dengan harga sawit saat ini. Harganya sudah kembali mahal. Makanya, banyak pencurian sawit. Marak sekali pencurian,” katanya.

Besarnya potensi pencurian tersebut karena, TBS yang sudah dipanen dari pokoknya hanya ditumpuk dipinggir jalan. Ada ratusan tumpukkan sebelum dilakukan pengangkutan keperusahaan. Karena nihilnya pengawasan, maka ada oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pencurian.