Desak Revisi UU 33/2004, Bontang Minta Jatah 5 Persen

454
PERJUANGKAN HAK DAERAH: Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan (kanan) saat bersama DJPK Kemenkeu, setelah menyerahkan usulan revisi UU 33/2004 belum lama ini. (IST)

 

BONTANG – Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mendesak untuk direvisi. Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kota Taman banyak mengandalkan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas). Sementara, DBH yang diterima sangat minim.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan mengatakan, saat ini revisi UU 33/2004 sedang berlangsung. Bontang berharap dapat jatah pembagian lebih meskipun sebagai daerah pengolah.

“Kami meminta paling tidak daerah pengolah seperti Bontang dan Balikpapan mendapat jatah 2-5 persen,” jelas Ubayya, Selasa (17/1) kemarin.

Permintaan tersebut, lanjut politisi Demokrat itu, mengingat Bontang memiliki risiko tinggi. Karena, ketika ada bencana, yang terkena dampaknya seluruh masyarakat.

Dia menyebut, dalam UU 33/2004, pembagian keuangan lebih berat ke pusat. Di mana, 70 persen untuk pusat dan 30 persen untuk daerah. Sementara dari 30 persen itu dibagi lagi untuk Pmprov Kaltim sebanyak 12 persen, serta sisanya untuk kabupaten/kota di Kaltim. Sehingga masing-masing kabupaten/kota mendapat 1 persen lebih.

Untuk daerah penghasil seperti Kutai Kartanegara (Kukar), mendapat jatah 6 persen dari sisa pembagian.

“Bontang sudah lama mengusulkan, sebagai daerah pengolah mendapat jatah 2-5 persen. Kalau itu bisa, kami bisa mendapat tambahan pendapatan,” ujarnya.

Sejak dulu, lanjut Ubayya, Bontang sudah mengusulkan. Tetapi, karena saat ini momen revisi, maka baru mengusulkan kembali pada Desember 2016 lalu.

“Mudah-mudahan perjuangan ini berhasil, karena ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan DPRD,” ungkap dia.

Sebelumnya, Bontang juga sudah mengajak Balikpapan untuk memperjuangkan hal ini. Dengan harapan Balikpapan bergerak juga, sehingga peluang disetujui permintaan revisi tersebut lebih besar.

1
2
3
BAGIKAN