Tahun 2016 Pelanggaran Perda di Kota Taman Meningkat

71
Ilustrasi

BONTANG – Sepanjang 2016, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang sudah melakukan berbagai penindakan terhadap pelanggaran peraturan daerah (perda). Dari data yang dimiliki Satpol PP, total ada 435 pelanggaran yang tercatat dan sudah diatasi oleh pihaknya. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 427 pelanggaran di 2015.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Basri menyebutkan selain kenaikan angka pelanggaran, jenis pelanggaran yang ditindak oleh satuannya juga beragam. Mulai dari pelanggaran izin mendirikan bangunan (IMB), pedagang kaki lima (PKL), reklame, mabuk, ngelem, gelandangan dan pengemis (gepeng), pasangan bukan suami istri, pengamen, hingga gangguan kejiwaan.

“Kalau di 2016, yang paling dominan itu PKL,” kata Basri.

Menurutnya, PKL yang ditertibkan oleh Satpol PP adalah yang berjualan di badan jalan atau trotoar. Sepanjang 2016, tercatat ada 195 pelanggaran PKL di Bontang. Beberapa lokasi PKL yang ditindak oleh petugas Satpol PP diantaranya di Jalan Pupuk Raya, Jalan RE Martadinata, Jalan KS Tubun, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pattimura, Rawa Indah, Jalan Slamet Hariadi, dan trotoar Bontang Kuala.

Mereka yang melanggar pun, oleh Satpol PP terlebih dulu diberi teguran lisan. Jika tak indahkan, maka pihaknya akan memberikan surat teguran pertama dan kedua. Jika kembali tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengeluarkan surat teguran ketiga sekaligus memanggil yang bersangkutan ke kantor Satpol PP.

“Tetap mengikuti aturan yang berlaku secara bertahap,” tambahnya.

Namun, di sepanjang 2016 ini tidak ada pelanggaran yang berujung hingga dikeluarkannya surat teguran ketiga. Satpol PP, lanjut Basri dalam melakukan penindakan tidak menggunakan cara kekerasan maupun fisik, melainkan menggunakan pendekatan persuasif dan pembinaan kepada pelaku.