Pemilik Klub Sepak Bola Desak Adanya Kompetisi

372
Ilustrasi

BONTANG – Teguran Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Kaltim terhadap Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang terkait kevakuman kompetisi mendapat respon pemilik klub. Mereka berharap kompetisi internal segera digulir.

Kapten Arh Muhammad Jabal misalnya. Owner PS Rudal ini mengatakan, teguran PSSI Kaltim kepada Bontang merupakan hal yang wajar. Pasalnya, vakumnya kompetisi di Bontang selama ini membuat pemilik klub seperti dirinya sulit melakukan pembinaan terhadap talenta muda.

Bahkan bila pengurus sekarang harus diganti, dia pun sangat setuju. Alasannya, melihat vakumnya kompetisi selama ini. “Bila pun diganti, harapan kami juga pengurus yang baru bisa mengangkat nama Bontang. Bukan malah ada kepentingan lain,” harapnya, Selasa (17/1) kemarin.

Suharmin bos PS Remtal pun menuturkan hal yang sama. Dengan adanya teguran PSSI Kaltim, harapannya pun pengurus PSSI Bontang bisa tersentuh dan dapat mengevaluasi kinerja para pengurus. Sehingga, persepakbolaan Bontang dapat bergairah dan kembali mencetak regenerasi pemain. Tujuannya tentu melanjutkan prestasi yang pernah diraih Bontang kala itu dengan terpilihnya Sumardi dan Fakhri Husaini membela tim nasioanl (timnas) Indonesia.

“Semoga dengan adanya teguran ini, kompetisi di Bontang, baik usia dini hingga dewasa akan bergulir kembali,” tuturnya.

Sementara itu, sekretaris PS Hop Star Haeriadi menegaskan, bila teguran PSSI Kaltim kepada wajar dan pantas. Sebenarnya, kata dia, walau tanpa ditegur sekali pun sebenarnya pemilik klub bisa mengajukan perubahan terhadap kepengurusan. Dasarnya, vakumnya kepengurusan selama ini.

“Harapan kami saat ini adalah para pengurus bisa mengambil sikap. Bila roda kepengurusan tidak bisa dijalankan, baiknya bisa menyerahkan kepada pengurus lain,” tegasnya.

Begitu pun, pemilik PS Rajawali, Syarifuddin. Menurutnya, tidak bergulirnya kompetisi ataupun turnamen di Bontang membuatnya kecewa. Sebab menurutnya, dengan dibentuknya PSSI Bontang, tentu semua berharap adanya kompetisi. Namun kenyataannya, hingga saat ini sama sekali tidak ada kegiatan.

1
2
3
BAGIKAN