Gelar Demo, Tolak Pelantikan Trump

75
TOLAK: Sejumlah warga menolam pelantikan Presiden AS Donald Trump. (IST)

Massa yang didominasi warga kulit hitam berbaris dan berkumpul di dekat tugu peringatan Martin Luther King Jr di Washington DC. Mereka berkumpul untuk memperjuangkan hak-hak warga minoritas di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih AS Donald Trump yang terancam ‘dihilangkan’.

“Kami berbaris di bawah guyuran hujan karena kami ingin negara mengerti apa yang telah kami dapatkan dan perjuangkan yang tak bisa Anda ubah hanya dengan satu pemilihan umum,” ujar pemimpin pejuang hak-hak sipil, pendeta Al Sharpton seperti dilansir Reuters, Senin (16/1).

Selain gerakan anti-Trump tersebut, pergerakan serupa juga melibatkan kelompok Hispanik La Raza, politisi, keluarga Afrika-Amerika korban-korban polisi dan sebuah kelompok advokasi untuk LGBT. Sekitar 30 kelompok, hampir semua dari mereka anti-Trump, mendapatkan izin untuk melakukan protes sebelum, selama dan setelah pelantikan Trump. Ribuan demonstran telah bersumpah untuk menghentikan pelantikan.

Polisi Washington dan AS Secret Service berencana untuk menambah sebanyak 3.000 petugas tambahan untuk mengamankan. Selain itu, 5.000 pasukan penjaga negara disiapkan untuk mengatasi masalah keamanan.

Sejauh ini, agenda terbesar adalah Gerakan Perempuan di Washington yang akan dilaksanakan sehari setelah pelantikan. Penyelenggara berkata agenda tersebut dapat menarik sekitar 200.000 massa.

Donald Trump yang merupakan seorang pengembang real estate di New York, memenangkan pemilu Amerika Serikat dan membuat sejumlah janji yang kontroversi yang menimbulkan gerakan-gerakan anti-Trump. Kebijakan tersebut di antaranya adalah membangun dinding di sepanjang perbatasan Meksiko untuk membatasi masuknya imigran dari negara-negara muslim dan akan membongkar Obamacare (Undang Undang Layanan Kesehatan yang lolos di Konggres Amerika dan ditandatangani oleh Presiden Obama tahun 2010). Trump akan dilantik pada 20 Januari 2017 waktu setempat.
(GBR/bag)