Debat Paslon Putaran II Terasa Nyaman

121
DEBAT PASLON – KPU Kabupaten Batang telah menggelar Debat Terbuka Putaran II Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang 2017 di Gedung Korpri, jalan Jenderal Soedirman, Batang pada Minggu malam (15/1). (M Dhia Thufail /RADAR PEKALONGAN)

BATANG – Suasana Debat Terbuka Putaran II Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang 2017 yang berlangsung Minggu (15/1) berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif. Tak ada saling serang dan gonto-gontoan antar Pasangan Calon (Paslon), sehingga tak jarang para penonton membandingkan dengan acara debat Pilgub DKI Jakarta yang penuh akan warna dan dinamika menarik.

Acara yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang ini digelar di Gedung Korpri, itu diikuti oleh keempat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Batang. Suasana debat yang bertajuk “Memperkokoh Peran Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Menyelesaikan Pembangunan Daerah Dengan Nasional Dalam Bingkai NKRI” tersebut berjalan dengan lancar. Masing-masing kandidat, pada segmen pertama, menyampaikan visi-misi mereka dan menyampaikan latar belakang terkait dengan tema yang diusungnya. Telaah yang disampaikan oleh masing-masing Paslon nyaris senada. Mereka saling beradu ide untuk memajukan Batang pada 5 tahun ke depan.

Debat yang dipandu oleh Fitriah, mantan Ketua KPU Jawa Tengah (Jateng) yang bertindak sebagai moderator tersebut makin menarik ketika melempar materi pertanyaan tentang penanggulangan penyakit sosial di masyarakat dan bahaya narkoba. Keempat paslon menjawab dengan memaparkan berbagai konsep strategi penanggulangan yang bermuara sama. Yakni memberantas penyakit sosial (prostitusi) yang dapat memicu peningkatan angka prevalensi HIV, dan menjadikan Kabupaten Batang bersih dari narkoba. Sejak awal debat dimulai hingga rampung, suasana berjalan lancar. Tidak terjadi hal yang memicu ketegangan antar paslon.

Pada Sesi pertama, yaitu sesi penyampaian visi misi. Pasangan Wihaji-Suyono mengatakan, bakal bekerja keras untuk mensejahterakan warga Batang. Paslon nomor urut 1 ini akan menjalin kerja sama dengan birokrasi sebagai pelaksana tata kelola Pemerintahan dan DPRD sebagai mitra serta partisipasi rakyat Batang. “Kami juga akan meminta bimbingan kepada para Alim Ulama sebagai penjaga moral Kabupaten Batang,” ujar Wihaji.