Diskusi Ringan Asprov PSSI Kaltim dengan Fossbi 

192
DEMI SEPAK BOLA: Suasana diskusi ringan di Stadion Mulawarman, antara PSSI Kaltim dengan Fossbi, Minggu (15/1) lalu. (Guntur/Bontang Post)

Terpilihnya Pangkostrad, Letjen Edy Rahmayadi sebagai nahkoda Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberi angin segar bagi persepakbolaan Tanah Air. Semangat itulah yang menjadi bahasan diskusi ringan antara Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim dengan Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (Fossbi) Kaltim.

Diskusi di Stadion Mulawarman, Minggu (15/1) lalu dihadiri ketua Asprov PSSI Kaltim yang juga Executive Committee (Exco) PSSI Yunus Nusi, ketua Fossbi Kaltim Nurkhalid, sekretaris Fossbi Kaltim Supriansyah, ketua Fossbi Bontang Yessy Waspo Prasetyo, pembina Fossbi sekaligus eks pelatih timnas Fakhri Husaini, serta beberapa pemerhati sepak bola Kota Taman.

Pada kesempatan itu, Yunus mengungkapkan jika saat ini, PSSI memiliki beban berat untuk mengukir prestasi di kancah internasional. Yang terdekat tentu saja Asian Games dan SEA Games. “Untuk membangun tim sepak bola yang kuat, kunci utamanya adalah pembinaan,” katanya.

Untuk itulah, kata dia, dalam rapat exco nantinya, ada agenda-agenda penting yang akan diputuskan. “Selain menunjuk pelatih timnas (tim nasional) di setiap kategori, juga menunjuk tim ad hoc untuk pembinaan usia dini,” beber Yunus.

Komite inilah yang nantinya diharapkan mampu membina pesepak bola usia dini, untuk nantinya menjadi calon pemain timnas. “Kami berharap, Fossbi yang berkecimpung di usia dini, dapat bersinergi dengan PSSI untuk membina anak-anak kita,” katanya.

Yunus mengungkapkan, untuk memajukan sepak bola Indonesia, tidak bisa kalau hanya mengandalkan PSSI semata. “Butuh dukungan dari seluruh stake holders sepak bola. Nantinya, kita harus bersama-sama untuk membangun sepak bola di bawah kepemimpinan Pak Edy,” bebernya.

Sementara, Nurkhalid mengungkapkan, Fossbi lahir dari semangat untuk memajukan sepak bola, khususnya usia dini dan muda. Kemudian, para pemerhati, pelatih, eks pemain, hingga penggiat olahraga kulit bundar itu membentuk sebuah wadah yang diberi nama Fossbi. Didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kepengurusan Fossbi pun tersebar merata di 34 provinsi, termasuk Kaltim.

1
2
3
BAGIKAN