Lho!! Sudah Terbukti Cemari Lingkungan, Kok PT KIN Hanya Disanksi Administrasi 

91
BERSALAH: Kawasan perkebunan PT KIN di Bengalon yang berada di atas eks lahan rawa diduga menjadi penyebab pencemaran. (Dok Radar Kutim)

 

SANGATTA – PT Kemilau Indah Nusantara (KIN) akhirnya terbukti bersalah melakukan pencemaran di Bengalon. Pencemaran tersebut bukan karena limbah perusahaan, akan tetapi akibat aktifitas perkebunan yang membuat sungai tercemar. Sebab, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak ditemukan karakter air limbah, akan tetapi lebih dominan kadar asam (PH). Juga, terdapat kandungan pirit di dalam air tersebut. Pirit adalah mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam yang cerah. Pirit memiliki rumus kimia FeS2 (disulfida besi) dan merupakan mineral sulfida yang paling umum dijumpai.

Dikatakan Kepala DLH, Encek Achmad Rizal Rafiddin, hasil uji labolatorium tersebut sudah dipersentasekan didepan pemerintah dan DPRD beserta manajemen PT.KIN. Dari kesepakatan bersama tersebut, akhirnya DLH mengeluarkan 11 sanksi administrasi kepad PT.KIN. Diantaranya, melakukan identifikasi kandungan pirit dan kedalaman lapisan pada masing-masing blok di lokasi perkebunan, paling lama 4 (empat) bulan.

Pengisolasian area dengan sedimen yang mengandung pirit yang telah terekspose dan mengalami oksidasi, paling lama 2 (dua) bulan, mengatur level air pada drainase sesuai dengan kedalaman lapisan kaya akan sulfide (FeS2=pirit), dan memastikan setiap lapisan harus tetap terendam, paling lama 1 (satu) bulan, dan menutup sementara pintu drainase (Watergate atau bangunan pengendali air) sampai memenuhi baku mutu pada lampiran II Perda Povinsi Kalimantan Timur Nomor 02 tahun 2011 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, paling lama 2 (dua) bulan.

Kemudian, mengelola  air drainase sebelum dialirkan ke Sungai Bengalon dengan baku mutu berdasarkan hasil kajian oleh ahli dan membangunan Keramba Ikan Sebagai Indikator Kualitas Air Sungai, paling lama 4 (empat) bulan, membuat embung atau waduk yang berfungsi sebagai sumber cadangan air untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi pada musim kemarau, paling lama 1 (satu) tahun dan membangun Irigasi yang berfungsi menambah air kedalam wilayah perkebunan, paling lama 1 (satu) tahun.

1
2
3
BAGIKAN