WTP Kudungga Diujicoba Ulang, Kapasitas Produksi Belum Maksimal

68
MASIH DIUJI: Meski sudah rampung pada Oktober 2016 lalu, WTP Kudungga saat ini masih dalam proses ujicoba. (Fahrul Razi/Radar Kutim)

SANGATTA – Meski sudah dioperasikan, namun Water Treatment Plant (WTP) Kudungga di Jalan Soekarno Hatta belum dapat melayani pelanggan diawal 2017. Pasalnya, kapasitas produksi yang ditarget sebesar 50 liter perdetik belum tercapai. Oleh karena itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua menyerahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim untuk melanjutkan proses ujicoba ulang. Sehingga dapat diketahui penyebab tidak maksimalnya produksi intalasi pengolahan air bersih tersebut.

“Kami (PDAM,Red.) sudah melakukan ujicoba selama tiga hari. Namun hasilnya produksi belum maksimal. Sehingga kami meminta PU untuk melakukan uji coba lanjutan,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua Aji Mirni Mawarni, baru-baru ini.

Disinggung penyebab belum maksimalnya produksi WTP dia mengaku belum mengetahui pasti. Namun, pada umumnya agar WTP dapat beroperasi secara maksimal perlu proses secara bertahap.

“Ini kan WTP baru, sehingga perlu proses. Mudah-mudahan setelah siap dan diserahkan ke kami (PDAM, Red.) langsung operasikan untuk melayani masyarakat,” ucapnya.

Mawar menyebut, jika WTP Kudungga dapat beroperasi maksimal, ditargetkan sebanyak 3 hingga 5 ribu pelanggan baru akan siap terlayani. Khususnya pelanggan yang tidak terakomodir oleh WTP Kabo Jaya.

“Jadi nanti WTP ini (WTP Kudungga, Red.) akan melayani warga di daerah Jalan Soekarno Hatta, Bukit Pelangi hingga Pendidikan. Sedangkan, WTP Kabo Jaya nanti bisa fokus melayani warga di sepanjang Jalan Yos Sudarso,” jelas Mawar.

Seperti diketahui, untuk mengatasi masalah krisis air bersih di Sangatta, Pemkab Kutim membangun WTP baru di Jalan Soetta. Proses pembangunan fasilitas pengolahan air bersih tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 35 miliar di tahun 2016 lalu. Setelah berfungsi, WTP tersebut nantinya akan mengolah air baku yang bersumber dari Telaga Kenyamukan, yang merupakan kolam eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sesuai rencana, pada tahap kedua kapasitas WTP juga akan ditingkatkan dari 50 liter perdetik menjadi 100 liter perdetik. (aj)

1
2
BAGIKAN