Ternyata, Ini Bencana yang Sering Terjadi di Bontang

145
Divisi Kreatif Bontang Post

BONTANG – Sepanjang 2016, ternyata jumlah kejadian bencana di Bontang menurun drastis. Penurunan jumlah tersebut, dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang turun sekitar 50 persen. Jika dibandingkan pada Juli-Desember 2015, ada 115 kejadian bencana yang ditangani oleh BPBD. Sedangkan sepanjang Januari-Desember 2016, ada 118 kejadian. “Kalau di 2015, baru 6 bulan saja sudah 115 kejadian,” ujar Septriyani, staf pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Bontang, kemarin (13/1).

Penurunan jumlah kejadian bencana, menurut Yani – sapaan akrabnya- karena masyarakat Bontang dinilai sudah mulai tangguh bencana. Kesadaran bahaya dari bencana yang mengintai di sekitar lingkungannya turut menurunkan jumlah kejadian bencana yang ditangani langsung oleh BPBD. Misalnya, kesadaran masyarakat dalam memiliki alat pemadam api ringan (apar). “Begitu ada kebakaran kecil, bisa langsung di tangani, jadi BPBD saat sudah di tempat kejadian malah sudah beres masalahnya,” jelasnya.

Meski jumlah kejadian bencananya menurun, namun jenis bencana yang terjadi sepanjang 2016 lebih beragam ketimbang di 2015. Di 2015, bencana yang terjadi terdiri dari kebakaran rumah tempat tinggal, kebakaran lahan, rumah roboh, kebakaran kontainer sampah, kebakaran trafo dan kabel listrik PLN, kebakaran tangga musala, dan konsleting listrik.

Sedangkan di 2016, jenis bencana yang terjadi sama dengan di 2015, dengan tambahan banjir, tanah longsor, kebakaran mobil, evakuasi buaya, kebakaran tabung gas, kebakaran mesin pompa air, kebakaran genset, pohon roboh, kebakaran kompor, pengasapan sarang tawon, pencarian nelayan hilang, hingga pencarian diduga bayi yang dibuang ke sungai (selengkapnya lihat grafis).

“Memang lebih sedikit jumlahnya, tapi lebih beragam jenis bencananya,” ujar Yani.

Dengan potensi bencana yang masih ada di sekitar masyarakat, dia berharap masyarakat dapat semakin waspada dan mampu menjaga diri serta lingkungan dari bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. “Mari bersama-sama jadi masyarakat yang tangguh bencana,” imbuhnya. (zul)

1
2
3
BAGIKAN