Penyalur PSK Impor Diburu

215

Layani Hidung Belang, PSK Timur Tengah Dibayar Rp 3 Juta

Bogor ibarat ’surga’ bagi para tenaga kerja asing (TKA). Tak terkecuali mereka yang berkecimpung di bisnis esek-esek. Kemarin (13/1) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), kembali mengamankan puluhan (pekerja seks komersil) asing di Jakarta dan Bogor.

Jumat 13/1) dini hari, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Bogor mendapat informasi adanya gerak-gerik mencurigakan WNA Timur tengah di sebuah vila, RT 01/02, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Syahdan petugas meluncur ke lokasi sekitar pukul 01.30 WIB. Benar saja, di dua vila terpisah, petugas mendapati empat perempuan asal Maroko, bersama pasangan masing-masing, serta ditemukan sejumlah kondom bekas pakai.

Di vila pertama yakni vila limo, petugas mengamankan Tara (29), imigran asal Maroko yang berprofesi sebagai PSK Timur Tengah alias Magribi. Saat itu, Tara sedang mendapat orderan dari AT, melayani syahwat dengan bayaran Rp3 juta.

“Saat kita ketuk pintu, mereka malah mematikan lampu, kami dobrak pintunya,” kata Kasi Wasdakim pada Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Arief S toto, kepada Radar Bogor.

Saat lampu dinyalakan, Tara langsung menutupi wajah. Sedangkan si lelaki hidung belang, AT, bersembunyi di samping lemari. Saat itu, Tara dan AT baru sekali melakukan hubungan badan. Hal itu dilihat dari alat kontrasepsi yang didapati di atas kasur dan lantai. Dari total tiga bungkus, baru satu yang terpakai.

Petugas kemudian meminta Tara menunjukkan dokumen keimigrasian. Namun perempuan mancung bertubuh sintal itu tak mampu menunjukkan apa-apa. Sedangkan AT memiliki kelengkapan surat dan langsung dilepaskan.

Usai menangkap tara, petugas imigrasi menuju lokasi kedua, yakni vila suci dan

1
2
3
BAGIKAN