Achmad Amins Diusulkan Jadi Nama Jembatan

162
Dok. Bontang Post

MENJABAT sebagai Wali Kota Samarinda di awal otonomi daerah, Ahmad Amins langsung mencetuskan beberapa mega proyek. Diantaranya, Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dan Bandara Samarinda Baru (BSB).

Sayang, ia tidak sempat melihat dua pembangunan itu rampung. Makanya ada usulan jika nama Wali Kota ke-8 ini jadi nama Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir dan Sungai Kapih.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang tak menampik jika gagasan pembangunan Jembatan Mahkota II dan BSB dari Ahmad Amins. Tetapi untuk mengabadikan nama almarhum sebagai nama lain jembatan, ia belum dapat memastikan. “Kami tentu masih perlu meminta izin pihak keluarga terlebih dahulu. Jadi belum bisa dipastikan saat ini,” ucap Jaang.

Kemudian, Jaang menyebutkan, selama ini nama mantan wali kota dan sekretaris kota yang pernah menjabat Ibu Kota Kaltim selalu menjadi nama jalan. Tetapi karena yang menggagas pembangunan jembatan adalah dia, menurutnya, mungkin tak masalah jika hal itu diterapkan. “Tapi nanti kami coba usulkan, karena setiap pejabat pasti diabadikan namanya,” kata Jaang. Apalagi, kabar duka meninggalnya Ahmad Amins dengan rencana peresmian Jembatan Mahkota II cukup berdekatan.

Jembatan tersebut sudah direncanakan Pemkot Samarinda sejak 2001. Pemancangan tiang pertama dilakukan 26 Juni 2003 oleh Suwarna yang saat itu menjadi Gubernur Kaltim dan Achmad Amins sebagai Wali Kota Samarinda. Targetnya saat itu, 2005 jembatan sudah bisa rampung.

Sayang banyak kendala yang menghalangi niatan itu. Terutama masalah pendanaan. Baru pada era Syaharie Jaang menjabat wali kota, dua sisi jembatan benar-benar terhubung. Bahkan, di akhir Desember 2016 secara fisik Jembatan Mahkota II sudah rampung. Namun urung dilintasi kendaraan karena belum dilakukan tes beban.