Terlalu!! Dianiaya OB, Majikan Tewas

407
Upik (kaus oranye) yang diamankan langsung dimintai keterangan di Polsekta Sungai Kunjang. (KP)

TERIAKAN histeris Tarbiyah Nur (35) menggegerkan warga di sekitar Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (11/1) pagi. Dia menemukan Chamin Imron (48), bosnya di usaha jasa loket pembayaran listrik, dalam kondisi bersimbah darah. Diketahui, hal itu karena dianiaya menggunakan senjata tajam oleh Taufik alias Upik (57), office boy (OB) di rumah Imron.

Karena penganiayaan itu, Imron cedera serius di kepala dan tangan. Sempat dilarikan dan mendapat perawatan di RS Dirgahayu, pemilik usaha jasa loket pembayaran voucher itu akhirnya tewas.

Tarbiyah Nur, kasir di usaha milik Imron, menjelaskan ke kepolisian, sebelum kejadian, dirinya tidak melihat gelagat Upik akan bertindak brutal. Bahkan, dia sempat melihat Upik bertegur sapa dan berbincang dengan warga sekitar rumah bosnya.

Dia baru menyadari kejadian tersebut setelah mendengar teriakan meminta tolong dari Imron. “Begitu masuk, saya sudah lihat bapak (Imron) tergeletak bersimbah darah,” sebutnya kepada petugas.

Warga yang mengetahui kejadian itu lantas menghubungi Polsekta Sungai Kunjang yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah polisi tiba, korban langsung dilarikan ke RS Dirgahayu untuk dirawat, namun berakhir dengan meregang nyawa.

Sementara itu, Upik saat hendak diamankan sedang membawa dua senjata tajam, pisau lipat dan pisau dapur. “Takut juga Mas, nanti mengamuk langsung membabi buta seperti Udin waktu itu,” ujar seorang warga.

Setelah beberapa kali dibujuk oleh petugas, barulah dia manut. “Pelaku langsung kami amankan ke markas (Polsekta Sungai Kunjang),” sebut Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto.

Ditemui di markas kepolisian, Upik mengatakan dikejar-kejar beberapa orang. “Saya mau dipukul,” ucapnya. Ditanya mengenai detail kejadian, anehnya Upik menolak memberikan keterangan. Dia berdalih masih ketakutan dengan keramaian.

1
2
BAGIKAN