Gara-gara Dana Jamkesprov Dihilangkan, Lapas-Kejari Bingung Biayai Perawatan Tahanan

327

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang kebingungan untuk membiayai perawatan para tahanan yang sakit. Gara-garanya, tahun 2017, dana Jaminan Kesehatan Provinsi (Jamkesprov) sudah dihilangkan di daerah.

Padahal setiap warga binaan yang tinggal di Lapas maupun tahanan titipan dari kejari Bontang dan Pengadilan Negeri, apabila sakit, pembiayaannya diklaim ke Jamkesprov.

Dicabutnya atau ditiadakannya Jamkesprov ini, otomatis membuat para jaksa dan kepala Lapas (kalapas) harus memutar otak, mencari dana untuk pengobatan para tahanan dan narapidana.

Kasi Pidum Kejari Bontang Romly Salijo mengaku kondisi ini sudah terjadi Kamis (5/1) lalu, ketika ada tahanan kasus narkoba, bernama Jhon Sukardi (34) yang harus mendapatkan perawatan medis dan opname di RSUD Taman Husada Bontang. John menderita luka membusuk di tubuhnya, yang membutuhkan tindakan operasi.

“Ketika tahanan ada yang sakit, dan jamkesprov sudah dicabut, mau dibiayai dari mana? Itu yang membuat kami bingung,” jelas Romly saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/1) kemarin.

Dikatakan Romly, untung saja tahanannya ini memiliki keluarga di Samarinda, dan mau membayar seluruh biaya perawatan. Dirinya tak membayangkan seandainya, ada tahanan yang sakit, lantas tidak ada keluarganya serta kehidupannya miskin. “Itulah yang saya pikirkan, dari mana cari dana kesehatan, sedangkan kami tidak ada anggaran perawatan kesehatan tahanan,” ungkapnya.

Romly menambahkan, untung saat ini baru satu tahanan yang sakit. “Kami cuma berdoa semoga seluruh tahanan sehat dan jangan sakit,” harapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Kalapas Kelas III Bontang Heru Yuswanto. Karena seluruh warga binaan yang saat ini berjumlah 678 orang, selama sakit menggunakan dana Jamkesprov. “Saya baru tahu jika dana Jamkesprov dihapus,” kata Heru Yuswanto, didampingi anggota Lapas lainnya Agus Salim dan Riza.

1
2
BAGIKAN