Jelang Musprov, IMI Fokus Verifikasi Pemilik Suara

34
Budhi Irawan dan H Aminullah (Dok/Bontang Post)

 

SAMARINDA – Permasalahan dualisme Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim yang selama ini terjadi segera berakhir. Sesuai masa bakti keduanya, kubu Fitria Alaydrus dan Redi Asmara kepengurusannya telah berakhir per Desember 2016 lalu.

Meluruskan masalah kepengurusan, keduanya telah bertemu pada 27 Desember 2016 lalu di salah satu hotel di Samarinda. Mereka sepakat menggelar Musprov IMI. Bahkan keduanya sudah menentukan steering committee (SC), organizing committee (OC) serta panitia penjaringan calon.

Wakil ketua Bidang Organisasi KONI Kaltim, Budhi Irawan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut sebagai perwakilan KONI membenarkan kesepakatan itu. Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga menentukan tanggal pelaksanaan Musprov IMI Kaltim, 28 Januari di Samarinda.

“Jadi, mereka itu sudah sepakat dalam pemebentukan kepanitian musprov yang tergabung dari kedua belah pihak, baik Fitria maupun Redi dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” ucapnya.

Disepakati sebagai ketua OC atau panitia pelaksana, H Aminnullah. Saat dikonfirmasi, H Emil–sapaan H Aminullah–menyatakan, persiapan yang dilakukan adalah verifikasi klub dari masing-masing kubu. Ini, kata dia, penting dilakukan karena berpengaruh terhadap hak suara dalam pemilihan ketua IMI yang baru.

“Kalau sudah selesai kami bawa ke PB IMI untuk kembali dicocokkan, jika antara daerah dan PB sudah sesuai baru dilaksanakan musprov, tetapi kalau masih ada yang belum sesuai harus di-clear-kan terlebih dahulu, artinya tanggal musprov ini masih bisa berubah atau mundur menunggu verifikasi tersebut,” terangnya.

Sejauh ini, diakuinya sudah ada tiga kandidat yang akan bersaing di Musprov IMI Kaltim. Dari ketiganya ini, masing-masing memiliki peluang yang sama karena punya latar belakang di cabang olahraga (cabor) bermotor. Mereka adalah Saefuddin Zuhri, Kasmidi Bulang, dan Ekti Imanuel.

1
2
BAGIKAN