Warga Belum Rekam KTP-el Makin Bertambah

384
MAKIN BERTAMBAH: Daftar tunggu E-KTP makin bertambah, karena belum adanya kepastian mengenai Blangko E-KTP(Dok. Bontang Post)

BONTANG – Kendati setiap bulannya warga selalu melakukan perekaman KTP-el di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskucapil), tidak menjamin jumlahnya terus berkurang, justru sebaliknya. Hal inilah yang terlihat dari data perekaman per Desember 2016 lalu.

November lalu, Diskucapil merilis jumlah warga Bontang yang belum melakukan perekaman sebanyak 6.056 jiwa, sedangkan Desember jumlah yang belum melakukan perekaman bertambah 737 jiwa atau total keseluruhannya mencapai 6793 jiwa.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil, Eka Dedy Anshariddin mengatakan, hal itu terjadi lantaran adanya penduduk Bontang yang berada di luar daerah, lalu kemudian yang bersangkutan kembali lagi ke Bontang namun belum melakukan perekaman KTP-el.

“Kami awalnya juga sempat bingung. Seharusnya jumlah yang sudah melakukan perekaman semakin turun. Ini justru semakin bertambah. Setelah kami teliti kembali, rupanya faktor warga dari luar kota tadi,” jelas Eka belum lama ini.

Padahal kata dia, dalam mengurus perekaman KTP-el, kini sudah memiliki beberapa kemudahan. Seperti tidak perlu memerlukan surat pengantar dan tidak mesti melakukan perekaman di Bontang. Bila memang warga Bontang tersebut berada di luar Bontang, bisa melakukan perekaman di kantor Diskucapil setempat. Walau proses cetaknya tetap dilakukan di daerah yang dituju.

“Kebanyakan masyarakat saat ini mau melakukan perekaman hanya karena ada perlunya saja. Seharusnya ada perlu atau tidak, tetap melakukan perekaman. Karena pasti kedepan KTP-el ini akan digunakan sewaktu-waktu. Walau kini masih berupa surat keterangan saja, belum berupa fisik asli lantaran blanko belum dikirim dari pusat,” paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dirilis Diskucapil hingga akhir tahun kemarin, jumlah penduduk Bontang sebanyak 179.651 jiwa. Dari jumlah tersebut, warga yang telah berhak memiliki KTP lantaran telah berusia 17 tahun ataupun belum 17 tahun namun sudah menikah, berjumlah 121.411 jiwa. Sementara yang sudah melakukan perekaman KTP-el sebanyak 114.618 jiwa.  (bbg)

1
2
BAGIKAN