Ditentang Orangtua saat Ingin Mondok, Kini Kembangkan Ponpes Wirausaha

345
H Ahmad Syahrin Thoriq, Lc (LUKMAN/BONTANG POST)

Banyaknya jebolan pondok pesantren (Ponpes) yang sulit mencari kerja menjadi perhatian Ahmad Syahrin Thoriq. Karena itu melalui Ponpes Subulana yang didirikannya sejak 2010, dia ingin mencetak santri-santri yang bukan hanya pandai ilmu agama, melainkan juga berjiwa wirausaha.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Keinginan Thoriq untuk mendalami ilmu agama telah terlihat sejak usia tujuh tahun. Sejak usia itu dia rutin pulang pergi ke ponpes Walisongo di kampungnya di Kota Poso, Sulawesi Tengah. Namun keinginan untuk serius mondok di pesantren ditentang kedua orangtuanya. Karena saat itu, masyarakat memandang miring pendidikan di pesantren.

“Pemahaman masyarakat waktu itu, lulusan pesantren susah cari kerja. Apalagi kebanyakan santri itu dari keluarga miskin. Sementara waktu itu banyak lulusan pesantren yang tidak bermanfaat bagi masyarakat, ilmunya tidak ada pengamalannya,” kenang Thoriq saat ditemui Bontang Post di ponpesnya.

Dengan kondisi tersebut, orangtua Thoriq lebih mengharapkan dia menuntut ilmu di sekolah umum. Bahkan dia disekolahkan di sekolah gereja yang waktu itu dikenal sebagai sekolah umum favorit. Hebatnya, dia berhasil menjadi murid dengan nilai ujian tertinggi di sekolah saat kelulusan SMP. Pendidikannya pun berlanjut ke SMA yang juga di sekolah gereja tersebut.

“Karena prestasi saya tersebut, orangtua saya ingin saya tetap melanjutkan sekolah. Sementara saya masih tetap ingin mondok di pesantren,” tambahnya.

Agar diizinkan mondok, Thoriq pun melakukan berbagai cara. Di antaranya sering bolos sekolah agar dikeluarkan dari sekolah. Dia pun kerap disidang orangtuanya karena aksinya tersebut. Kedua orangtuanya tetap kukuh melarang Thoriq belajar di pesantren. Bahkan kalaupun ingin belajar di pesantren, ayah dan ibunya mengancam tidak akan membiayai pendidikannya tersebut.

“Akhirnya saya berhenti sekolah. Sempat selama sembilan bulan itu saya tidak sekolah. Saya malahan kerja menderes pohon kelapa untuk mencari gula,” ujar Thoriq.