Meninggalkan Sikap Boros

134
Oleh: Wahyudi, M.Pd Aktivis HTI Bontang

 

Baru saja kita saksikan perayaan tahun baru 2017, baik tingkat kota ataupun kelurahan. Sebuah perayaan yang menyisakan pertanyaan bagi sebagian masyarakat, “mengapa harus ada perayaan menyambut tahun baru, yang bukan saja mewah dengan mendatangkan artis ibu kota namun juga menyajikan budaya yang tidak mendidik, disaat minimnya anggaran pembangunan?”. Tentu saja perayaan tahun baru seperti ini bukan saja dibilang pemborosan akan tetapi kurang tepat dalam alokasi dana anggaran.

Bukankah sikap boros seringkali membawa pelakunya ke dalam kerugian dan kerusakan. Seorang pengusaha kaya bisa bangkrut, habis kekayaanya karena sikapnya yang boros; pun institusi pemerintahan, akan menjadi bangkrut jika berlaku boros terhadap anggaran. Lalu apakah penyebab boros? dan bagaimanakah pandangan terkait sikap boros?

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur bagaimana mengembangkan harta, sekaligus juga mengatur bagaimana cara membelanjakannya. Islam telah menetapkan metode pembelanjaan harta sekaligus menentukan bagaimana tata caranya. Sistem islam sangat berbeda dengan sistem kapitalis yang mengagungkan kebebasan pemilikan dan berperilaku, menjadikan manfaat sebagai asasnya.

Dalam islam, seorang pemilik harta tidak dibiarkan bebas mengelola dan membelanjakan harta, sekalipun harta itu secara hukum, sah merupakan miliknya. Akan tetapi Islam mengaturnya dengan sangat rinci.

Islam telah melarang seseorang bertindak israf (boros) atau tabzir ketika membelanjakan harta, sekaligus melarang seseorang bersikap kikir atau taqtir. Allah berfirman, yang artinya:

Mereka yang jika mengeluarkan harta, tidak bertindak israf (boros) ataupun kikir (taqtir); pengeluarannya ada di tengah-tengah yang demikian” (QS. Al-Furqan [25]:67).

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,  dan janganlah berlebih-lebihan.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat  israf (berlebih-lebihan)”  (QS Al-A’raf : 31)

1
2
3
4
BAGIKAN