Dishub Binggung, Janji Segera Benahi Jukir PIS

86
SEMRAWUT: Beginilah kondisi parkiran di PIS, terlihat semrawut, padahal para pengunjung pasar telah dipungut biaya parkir oleh para Jukir di tempat tersebut.(Foto: Dirhanuddin/Radar Kutim)

SANGATTA – Pungutan parkir kendaraan di Pasar Induk Sangatta (PIS) yang dilakukan oleh sejumlah oknum juru parkir (Jukir) diduga telah menyalahi aturan. Selain karena tidak memiliki Surat Keputusan (SK) penunjukan dari Pemerintah Kutim, pungutan tersebut berada di luar zona parkir yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kutim.

Ditemui diruang kerjanya, Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim mengaku kaget ketika dikonfirmasi media ini. Sebab pihaknya merasa tidak pernah menerbitkan SK atau mengeluarkan karcis terkait penarikan pungutan parkir, khususnya di PIS.

“Berkaitan dengan pungutan, khususnya penarikan pajak, itu adalah kewenangannya Dispenda Kutim. Tapi kalau itu berkaitan dengan retribusi adalah kami. Tapi kami tidak pernah merasa mengeluarkan karcis apapun terkait itu,” kata Johanysah, Kamis (5/1) kemarin.

Dijelaskan, jika karcis yang digunakan jukir PIS adalah karcis legal yang dikeluarkan Dispenda Kutim, maka pihaknya akan mendata para jukir dan selanjutkan akan dikeluarkan SK kepada para petugas tersebut. Supaya mendapatkan pembinaan dari Dishubkominfo Kutim.

“Sejauh ini baru ada dua tempat parkir yang terdapat di kami, satu di depan kantor BNI Jalan Yos Sudarso I, dan kedua di depan pasar tradisional Teluk Lingga. Enggak tau kalau ternyata ada lagi tempat parkir baru,” katanya.

Selama ini, menurutnya, dana dari pungutan parkir akan disetorkan langsung ke kas daerah (Kasda) Pemerintah Kutim. Dalam urusan penarikan uang parkir, terdapat dua opsi, pertama jukir bersangkutan membayar secara taksasi, berapa kesanggupan bersangkutan yang dibayarkan ke Dispenda setiap bulannya.

Kedua, pembayaran sesuai dengan besaran karcis. Berapa jumlah karcis yang dikeluarkan, maka sesuai itulah yang dibayarkan ke kasda. Dan biasanya, kedua opsi itu selalu diajukan ormas jika ada tempat parkir baru yang dibuka dan ditetapkan pihaknya.