Jilbab Anti Tembam Laris Manis di Kota Taman

183
LAKU KERAS: Uut menunjukkan salah satu jilbab antem yang dijualnya. (LUKMAN/BONTANG POST)

 

Jilbab anti tembam atau disingkat antem sebenarnya merupakan jilbab sederhana yang pernah booming beberapa tahun lampau. Kini, jilbab model ini kembali ngetren di Kota Taman karena ukurannya yang kecil namun panjang.

Lukman Maulana, Bontang

Bukan tanpa alasan jilbab berbahan kaus ini disebut antem. Karena konon, jilbab jenis ini bisa menyembunyikan pipi tembam pemakainya. Pad-nya yang kecil juga menjadi alasan kenapa jilbab jenis ini kini digandrungi kaum hawa.

“Sebenarnya jilbab ini dulu pernah populer. Baru kemudian setahun terakhir ini kembali ngetren saat model-modelnya muncul lagi. Ukurannya yang kecil tapi panjang membuatnya banyak disukai,” jelas Uut, distributor jilbab antem.

Ibu rumah tangga yang memiliki usaha penjualan jilbab di kediamannya, Jalan Selat Karimata RT 23 Tanjung Laut ini mengungkapkan, penjualan jilbab model antem ini terbilang tinggi. Kata dia, rata-rata dalam sehari bisa terjual 50 potong jilbab. Sementara dalam satu bulannya, rata-rata dia bisa menjual 500 potong jilbab jenis ini.

“Sampai-sampai banyak pembeli yang datang ke sini kehabisan model warna yang ingin dibeli. Untuk variasi warnanya saat ini ada 16 pilihan warna seperti putih, magenta, toska, dan peach,” tambahnya.

Harga jilbab antem sendiri relatif terjangkau. Untuk ukuran S, per potonganya dihargai Rp 60 ribu. Ukuran L seharga 65 ribu per potong, ukuran XL senilai Rp 75 ribu per potong, dan ukuran jumbo seharga Rp 80 ribu per potong. Para pembelinya pun beragam, mulai dari ibu-ibu maupun para remaja putri.

Dijelaskan Uut, jilbab-jilbab ini didatangkan dari produsennya di Depok, Jawa Barat. Di mana dalam sebulan dia bisa mendatangkan sebanyak 600 potong jilbab. Selain berdagang di kediamannya, dia juga menjual melalui dunia maya lewat jejaring sosial seperti facebook. Peminatnya pun bukan hanya dari masyarakat Kota Taman, melainkan dari berbagai kota di Kaltim seperti Samarinda dan Kutai Timur.

1
2
BAGIKAN