Target Polres Kutim 2017, Tanamkan Budaya Melawan Kejahatan

61
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko(Dok Radar Kutim)

SANGATTA – Pada tahun 2016, kasus perkara yang ditangani Polres Kutim mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2015 lalu. Pada tahun 2015, pihaknya mencatat sedikitnya terdapat 611 kasus dan yang sudah ditangani sebanyak 337 kasus. Sedangkan pada tahun 2016, pihaknya hanya mencatat sebanyak 477 kasus dan berhasil dituntaskan sebanyak 396 kasus.

Meskipun mengalami penurunan, namun pihaknya tetap berharap agar kiranya kasus di Kutim lebih mengalami penurunan dari tahun 2016 ini. Karena, hal ini merupakan cita-cita bersama kepolisian dan tentunya masyarakat Kutim.

Dikatakan Kapolres Kutim, AKBP Rino Eko, ada beberapa target dan harapan polres Kutim pada tahun 2017 ini. Paling pertama, ialah, meminta masyarakat Kutim untuk bersama – sama kembangkan budaya melawan kejahatan. Apapun kejahatan tersebut. Baik pencabulan, perjudian, perampokan, narkoba, pembakaran hutan, KDRT dan lainnya.

Kemudian, bersama – sama menjaga kerukunan, kebersamaan, kekompakan guna mewujudkan suasana yang aman dan tertib. Jangan mudah terprovokasi terhadap isu – isu yang tidak benar, yang bertujuan untuk memecah belah kesatuan dan persatuan di kabupaten Kutim. Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bersihkan diri, keluarga dan lingkungan yang dilakukan dengan keikhlasan untuk mencapai kebahagiaan lahir bathin dan tingkatkan disiplin diri, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kinerja organisasi sehingga pembangunan pada segala aspek cepat tercapai.

“Paling penting ialah tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa dengan cara mendekatkan diri padanya, mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya. Karena dengan begitu, kita bisa mencegah, menghindari dan bertindak atas semua permasalahan yang kita hadapi,” katanya.

Dirinya juga berharap, pada tahun 2017 ini, kasus kriminal yang ditangani Polres Kutim jauh lebih mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. ”Jika bisa, tidak terdapat satupun kasus di Kutim. Itu akan lebih baik lagi,” katanya. (dy)

1
2
BAGIKAN