Tahun Baru Disambut Banjir

297
DISAMBUT:Tahun baru 2017 warga Sangatta Selatan langsung disambut banjir. (Dhedy/Radar Kutim)

SANGATTA – Mengawali tahun baru 2017, Sangatta Selatan langsung disambut banjir. Salah satunya di Marga Rukun, Dusun Gunung Teknik, desa Sangatta Selatan. Dari pantauan Radar Kutim, air mulai naik sekira pukul 05.00 Wita. Hingga pukul 12.00 Wita, air sudah mencapai sepinggang orang dewasa.

Dikatakan Surianto, warga setempat,banjir yang melanda didaerahnya tersebut sudah berlangsung sebanyak lima kali. Empa kali pada bulan Desember 2016, dan satu kali dibulan Januari sekaligus mengawali tahun baru 2017.

“Tidak tahu, kenapa belakangan ini sering sekali banjir. Baik ada hujan maupun tidak di desa ini. Padahal sebelumnya, paling banjir datangnya setahun sekali. Bahkan, malah sering tidak pernah datang banjir meskipun hujan lebat. Tetapi sekarang sering sekali,” katanya.

Banjir diawal tahun 2017 ini, dipastikan akan terus mengalami kenaikkan. Sebab, sebelum banjir, di Sangatta Selatan diguyur hujan lebat hingga berjam-jam.  Bahkan setelah banjir,hujan kembali mengguyur Sangatta Selatan dari pukul 15.00 wita hingga sore hari. “Pasti tambah naik. Karena sampai saat ini (Pukul 15.30,red) belum ada tanda-tanda air akan turun. Bahkan, air terlihat lebih cepat mengalami kenaikan. Sejam atau dua jam nanti, dipastikan akan naik hingga sedada orang dewasa,” katanya.

Dari beberapa kali banjir, dirinya selalu mengalami kerugian ratusan hingga jutaan rupiah. Karena tak sedikit bibit pohon buah yang tertanam, sayur-sayuran dan peternakannya mengalami kematian. “Baru saya tanam baru lagi, saya gak yakin bisa hidup. Kemarin saja, belimbing, pisang, terong, ayam saya mati,” katanya.

Baiknya, hingga saat ini banjir belum ada yang  merendam rumah warga. Akan tetapi, jika banjir tak kunjung turun beberapa jam kemudian, maka beberapa rumah warga dipastikan ikut terendam. “ Alhamdulillah rumah warga di sini tinggi-tinggi semua. Tetapi bagi yang miliki rumah rendah, beberapa jam lagi akan direndam. Mudahan saja, tidak memakan korban seperti banjir sebelumnya,” katanya. (dy)

1
2
BAGIKAN