Lima Perjalanan KA Dihapus, Tiga Lainnya Dikurangi Frekuensi

91
Ilustrasi.

JAKARTA – Pengguna setia moda transportasi kereta api (KA) harus lebih cermat saat hendak melakukan pemesanan tiket kereta. Ada beberapa relasi yang dihapus di tahun ini karena okupansi rendah. Perubahan tertuang dalam Grafik perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2017 yang diputuskan melaui SK Dirjen Perkeretaapian nomor KA 407/SK.332/DJKA/12/16.

Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono menyampaikan, Gapeka diputuskan pada 29 Desember 2017. Di dalamnya, sudah mengakomodir beberapa relasi KA yang akan beroperasi di 2017. Termasuk, pola dan pengaturan operai KA bandara Soekarno-Hatta dan KRL.

Rencananya, feeder dari stasiun Manggarai- Duri dihapus. ”Slot waktu akan digunakan untuk KA bandara yang dirahapkan beroperasi pada pertengahan 2017. Tapi ada tambahan juga KA loopline Bogor-Manggarai-Jatinegara,” ujarnya.

Bukan hanya angkutan perkotaan, penghapusan relasi juga dilakukan untuk KA antar kota. Seperti, KA Tegal Arum relasi Tegal – Jakarta Pasar Senen, KA Sarangan relasi Surabaya Gubeng-Madiun (bisnis), KA Cepu Express relasi Surabaya Pasar Turi- Cepu – Semarang Poncol, KA Arjuna relasi Surabaya kota – Madiun dan KA Madiun Jaya relasi Madiun – Jogjakarta.

”KA Sarangan dihapuskan karena memiliki okupansi rendah. Kurang dari 20 persen. Sementara KA Cepu Express, KA Arjuna dan KA Madiun Jaya dihapuskan karena ketidaktersesiaan sarana (KRD).,” ungkapnya.

Meski begitu, untuk rute-rute tersebut tetap bisa terlayani. Penumpang setia KA Sarangan bisa beralih menggunakan KA Mutiara Selatan, yang akan mengalami perpanjangn relasi sampai Malang. Untuk pengguna KA Cepu Express dapat terlayani oleh KA Tawang Jaya rangkaian panjang dan KA Ambarawan.

Selain penghapusan relasi ada pula pengurangan frekuensi operasi bagi beberapa KA. Seperti, KA Menoreh relasi Semarang Tawang- Pasar Senen, KA Blora Jaya relasi Bojonegoro-Semarang Poncol, dan KA Ciremai relasi Cirebon-Cikampek-Bandung. Banyaknya pengurangan frekuensi dan penghapusan relasi ini diduga lantaran penerimaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menurun di tahun lalu.

1
2
BAGIKAN