Gagal Masuk ABRI, Kini Nahkodai PDAM Bontang

201
Suramin dan keluarga (Dok. Pribadi)

Air merupakan hajat hidup orang banyak. Tanpa air, hanya dalam waktu 3-5 hari manusia tidak akan bertahan. Saking mendasarnya kebutuhan pokok ini, membuat Suramin rela menghabiskan sebagian besar hidupnya, memastikan air dapat sampai ke rumah-rumah masyarakat.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

TAK terbersit dalam pikiran Suramin untuk bekerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Bontang, bahkan kini menjadi direktur usai menjalani rangkaian assessment yang diadakan pemerintah. Pria kelahiran Semarang ini justru sangat berambisi ingin menjadi salah satu pasukan TNI atau ABRI pada masa 1988. Berbagai persiapan untuk menjalani tes menjadi tentara pun dilakukan olehnya. “Saya sudah persiapkan fisik, mulai lari, olahraga, dan lain-lain,” ujar Suramin.

Namun berbagai persiapan itupun gagal. Ingin mencoba peruntungan lain masuk ke ABRI dari jalur lain, Suramin pun hijrah ke Tarakan. Di sana, dirinya kembali menjalani rangkaian tes masuk menjadi tentara. Sayang, saat itu yang terbuka adalah lowongan menjadi calon tantama (catam). Suramin pun mengurungkan niatnya, dan mencoba melamar pekerjaan ke Provinsi. “Akhirnya saya diterima di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi di bagian perencanaan teknik,” katanya.

Bergabungnya Suramin di Dinas PU Provinsi mulai mengubah kehidupannya. Sarjana Teknik ini kemudian bertugas untuk meningkatkan sarana air bersih di daerah-daerah. Tak jarang dia berkeliling ke berbagai daerah untuk memastikan air bersih mengalir ke masyarakat di daerah tersebut. Suatu saat, dirinya pun ditugaskan untuk melihat dan merintis PDAM di Bontang pada 1989-1990-an. “Waktu itu saya masih sendiri, dibantu dengan satu satpam. Jadi saya merangkap operator, pimpinan dan lain-lain,” ungkap Suramin.

Pada masa merintis itu, PDAM baru mempunyai satu sumur berkapasitas sekitar 25 liter perdetik. Sekitar 900 rumah pun menjadi target sambungan pada awal-awal PDAM berdiri. Namun pada 1993, pengelolaan PDAM diambil alih oleh Kabupaten Kutai. PDAM Bontang pun berstatus sebagai cabang dari PDAM Kabupaten Kutai. “Karena jadi cabang, karyawan pun bertambah tiga orang. Saya pun ditunjuk menjadi Plh kepala cabang di Bontang,” jelas bapak tiga anak ini.

1
2
3
BAGIKAN