Berharap Kompetisi di 2017

109
DINANTIKAN: Gelaran BSL mampu menggairahkan kembali sepak bola Bontang. Tampak, pemain bertahan Bontang Post FC, Muh Irfan (putih) mencoba mengadang laju pemain PKT FC di babak penyisihan grup B beberapa waktu lalu.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

 

BONTANG – Gelaran Bontang Super League (BSL) 2016 yang disusul Dandim Cup, seolah menjadi pengobat kerinduan insan sepak bola Kota Taman. Maklum, sudah sejak lama kompetisi mandek. Sehingga ketika ada turnamen atau kejuaraan, antusiasme klub begitu tinggi. Mereka berbondong-bondong ambil bagian.

Tentunya, harapan besar disematkan kepada Asosiasi Kota Pengurus Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Bontang di tahun 2017. Klub-klub tentunya berharap agar kompetisi berjalan. Selain sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, juga membina bibit-bibit sepak bola Bontang. Dengan demikian, misi untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Bontang bisa tercapai.

“Tentunya kami berharap agar ke depan, banyak event sepak bola digelar di Bontang. Keikutsertaan tim-tim di BSL dan Dandim Cup adalah salah satu bukti bahwa kita semua rindu aroma kompetisi. Semoga di tahun 2017 ini, semakin banyak event untuk diikuti,” kata Veri Sakal, Manajer Bontang Post FC.

Dia mengakui, sebagai tim baru, tentunya Bontang Post berharap ada wadah pembinaan bagi pesepak bola Bontang. “Awal terbentuknya Bontang Post FC ini adalah untuk meramaikan sepak bola Bontang. Memberikan tempat bagi pesepak bola Bontang untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan lengkapi berkas dan mendaftar sebagai anggota PSSI,” kata Veri.

Senada dikatakan Nurkhalid, Manajer PKT FC. Dia sangat mengapresiasi langkah Komite Pemerhati Sepak Bola Bontang (KPSB) yang menggelar kompetisi dengan bermodal semangat. Terkait masalah penundaan pertandingan, menurutnya bukan menjadi tolok ukur kegagalan sebuah kompetisi.

“Justru kami salut dan apresiasi kerja keras teman-teman. BSL dibentuk dengan jargon, dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Panitianya adalah pemilik klub. Dengan semangat kebersamaan, BSL mampu memberikan hiburan kepada masyarakat. Soal penundaan jadwal itu bukanlah faktor yang disengaja, melainkan murni karena force majeure,” katanya.

1
2
BAGIKAN

Komentar