Setengah Juta Wajib Pajak Ikut Amnesti, Sudah Capai 100 Triliun

65
Ilustrasi

JAKARTA – Peserta amnesti pajak, rupanya, memang menyukai waktu-waktu menjelang deadline. Ribuan wajib pajak kemarin (29/12) memadati kantor-kantor pajak menjelang penutupan periode kedua tax amnesty pada hari ini (30/12).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengungkapkan, setidaknya 563 ribu wajib pajak mengikuti program amnesti pajak hingga kemarin. Total tebusan pajak yang diterima pemerintah juga telah melampaui Rp 100 triliun.

Kemarin Menkeu Sri Mulyani Indrawati memerintah seluruh bank/pos persepsi membuka layanan hingga pukul 21.00. Hari ini layanan penerimaan surat pernyataan harta terkait dengan amnesti pajak dibatasi hingga pukul 15.00.

Periode kedua amnesti pajak menawarkan tarif tebusan 3 persen bagi wajib pajak non-UMKM dengan harta dalam negeri atau wajib pajak yang merepatriasi dana dari luar negeri. Seluruh surat pernyataan harta (SPH) yang diterima Ditjen Pajak hingga pukul 23.59 pada 31 Desember 2016 berhak mendapatkan tarif tebusan tersebut. ’’Tarif tebusan akan naik menjadi 5 persen mulai 1 Januari 2017 hingga program amnesti pajak berakhir pada 31 Maret 2017,’’ terang Yoga.

Hingga tadi malam, realisasi uang tebusan mencapai Rp 101 triliun. Perolehan uang tebusan didominasi wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) sebesar Rp 84,3 triliun. Lalu, wajib pajak badan non-UMKM Rp 11,7 triliun; WP OP UMKM baru Rp 4,57 triliun; dan WP badan non-UMKM Rp 319 juta. Jumlah deklarasi harta mencapai Rp 4.206 triliun. Perinciannya, deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.058 triliun, deklarasi luar negeri Rp 1.007 triliun, dan repatriasi Rp 141 triliun.

Sementara itu, program tax amnesty membawa sentimen positif bagi perekonomian di tanah air. Deklarasi dana di luar negeri membuat net kewajiban dalam posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada akhir triwulan kedua turun 17,7 persen menjadi USD 340,6 miliar atau 37,5 persen produk domestik bruto. Posisi aset finansial luar negeri (AFLN) meningkat 45,5 persen menjadi USD 319,5 miliar pada akhir triwulan ketiga 2016. ’’Kenaikan didorong peningkatan posisi investasi langsung dan investasi lain yang dipengaruhi deklarasi aset luar negeri dalam program tax amnesty,’’ jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara. (ken/dee/c14/noe)

1
2
BAGIKAN