Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden

60
Presiden Joko Widodo. (IST)

JAKARTA – Kemunculan isu kocok ulang kabinet kerja untuk ketiga kalinya beberapa hari belakangan ditepis Presiden Joko Widodo. Dia menyatakan tidak berencana me-reshuffle menterinya dalam waktu dekat, seperti isu yang muncul beberapa hari ke belakang. Bila suatu saat hasil evaluasi menteri membuat ada kebutuhan reshuffle, maka akan dilakukan.

Kepastian itu disampaikan Jokowi usai meninjau pembangunan wisma atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin (29/12). ’’Nggak ada (reshuffle kabinet), nggak ada, bener,’’ ujarnya singkat. Wajah Jokowi tampak serius saat mengatakan hal tersebut.

Hal senada juga disampaikan Mensesneg Pratikno. ’’Aku juga heran kok ada obrolan soal itu,’’ ujar Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan. Dia justru balik bertanya, dari mana sumbernya hingga sampai muncul isu reshuffle kabinet.

Pratikno menjelaskan, dalam manajemen presiden, selalu ada evaluasi terhadap semua menteri dan pejabat setingkat menteri, tanpa terkecuali. Semua dilakukan secara spesifik. Soal kinerja para menterinya, Presiden selalu mendapat masukan dari berbagai pihak. ’’Tapi tidak ada yang secara spesifik dikaitkan dnegan reshuffle. Setahu saya begitu,’’ tambahnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana tidak yakin dalam waktu akan terjadi reshuffle. Dia melihat kabar itu hanyalah sebuah isu yang dikembangkan pihak tertentu saja. “Saya melihat itu ?isu saja. Saya yakin dalam waktu dekat tidak ada reshuffle,” kata Dadang.

Menurut Dadang, saat ini belum ada urgensi bagi pemerintah melakukan reshuffle. Dinamika yang terjadi di akhir tahun 2016 menunjukkan situasi tanah air masih stabil. Itu berarti belum diperlukan reshuffle atau pergantian menteri. “Menurut saya dalam waktu dekat tidak ada reshuffle,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu.

Menurut Dadang, semua pihak dalam hal ini mendengarkan informasi yang resmi saja. Sebab, hak untuk melakukan reshuffle adalah sepenuhnya berada di tangan Presiden, dalam hal ini Presiden Jokowi. “Reshuffle itu kan hak prerogatif presiden, ada atau kapan (waktunya) sepenuhnya beliau yang menentukan,” tandasnya. (byu/bay/jpg)

Komentar