Waduh.. Ucapan Maruli Melecehkan MA, Tumpa: Jangan Cari Kambing Hitam

75
Maruli Hutagalung. (IST)

JAKARTA – Ungkapan Kajati Jatim Maruli Hutagalung yang bernada melecehkan Mahkamah Agung (MA), membuat Harifin Tumpa prihatin. Mantan Ketua MA itu menganggap tudingan itu tidak fair. Dia meminta agar Maruli tidak mencari kambing hitam atas vonis bebas La Nyalla yang disebutnya pemilik pengadilan.

Respon tersebut muncul setelah mendengar ungkapan Maruli yang mengaitkan vonis bebas La Nyalla Mattalitti dengan hubungan kekeluargaannya dengan Ketua MA Hatta Ali. Saat dihubungi kemarin (29/12), Tumpa juga tidak bisa menyembunyikan keprihatinannya terhadap Maruli.

Menurut dia, sebagai seorang kepala kejaksaan seharusnya tahu bahwa yang memberikan putusan di persidangan adalah hakim, bukan MA. ’’Hakim itu independen. Kalau hanya sangkaan, itu tidak fair,’’ katanya.

Kalau memang kejaksaan yakin ada main mata, Maruli harusnya tidak menyampaikan tuduhan ke media. Tetapi membuktikan adanya intervensi itu. Menurutnya, kalau kejaksaan memang tidak bisa membuktikan adanya perilaku yang dipidanakan, tidak perlu melemparkan bola panas. ’’Jangan cari kambing hitam,’’ tandasnya.

Ucapan Maruli makin tidak etis karena Kejaksaan dan Mahkamah Agung sama-sama penegak hukum. Dia merasa, MA perlu mengambil sikap setelah mempelajari ucapan Maruli. Apapun itu, apakah menyampaikan surat protes, atau bentuk hukum lainnya. ’’Kalau terang-terangan menuding, wajar MA keberatan. Iya, perlu ada sikap (dari MA),’’ tegasnya.

Terpisah, Komisi Yudisial (KY) juga tidak sepakat dengan cara Maruli yang mengkritik hasil persidangan. Apalagi, sampai saat ini, KY belum menemukan adanya indikasi seperti yang dituduhkan Kajati Jatim itu. Dia menyebut, ada jalan yang lebih etis dilakukan kejaksaan kalau memang tidak puas dengan hasil persidangan.

“Semua pihak, bisa menggunakan upaya hukum banding, kasasi, atau peninjauan kembali (PK),” sindir Jubir KY Farid Wajdi. Cara yang dilakukan Maruli saat ini tentunya jauh dari upaya menjaga martabat peradilan. Berbeda dengan cara sah lewat jalur hukum yang membuat proses peradilan tetap dihormati.