Dulu Jualan Madu Keliling, Pilih Nama Karena Lamaran Ditolak

340
SURYADI(Lukman /Bontang Post)

 

Sempat ingin membuka toko buku, Suryadi malah berbisnis madu. Memulai dari berjualan keliling, kini dia memiliki toko madu yang diberinya nama “Rumah Madu”.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Tiba dari Makassar ke Kota Taman di tahun 2005, Suryadi menjadi pengendara ojek dengan meminjam sepeda motor milik pamannya. Namun penghasilan ojek yang tak menentu membuatnya berpikir untuk menjalankan usaha sendiri. Kala itu dia berpikir ingin membuka toko buku. Namun melihat peluang usaha toko buku yang dinilainya belum menjanjikan membuat Suryadi memutuskan berdagang madu.

“Saat itu ada teman yang menawarkan saya untuk berjualan madu di Bontang dengan sistem bagi hasil. Madunya didatangkan dari Solo. Modal pertama waktu itu pinjaman teman sebesar Rp 6 juta. Karena waktu itu bisnis madu terbilang bagus di Jawa, saya putuskan untuk mencobanya di Bontang,” kisah Suryadi saat ditemui Bontang Post, Kamis (29/12) kemarin.

Sejak itu Suryadi berhenti mengojek dan mulai berjualan madu keliling. Karena belum punya motor, dia pun mesti naik angkutan umum untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya dia berdagang di sekitar masjid atau di acara-acara keramaian seperti pameran dan acara kesenian.

Madu yang dijualnya saat itu meliputi madu randu, madu hutan, dan madu kelengkeng. Yang dikemas dalam botol dengan berat masing-masing 1 kilogram. Dalam sehari dia bisa menjual tiga sampai 5 botol, dengan keuntungan dalam sehari bisa mencapai Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu. “Pendapatan saya berjualan madu lebih banyak ketimbang ojek. Kalau ojek jarang-jarang dapat Rp 50 ribu dalam sehari,” kenangnya.

Namun tidak selamanya madunya bisa terjual. Kata dia, pernah suatu waktu dagangannya tidak ada satu pun yang laku. Hal ini membuatnya sedih bahkan sampai meneteskan air mata. Akan tetapi dia berusaha sabar dan terus berkeliling memasarkan minuman dari lebah tersebut dari pagi hingga senja.

1
2
3
4
BAGIKAN

Komentar