Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

136
Oleh: Habib AlMa’ruf Muhammad Mubaligh Muhammadiyah

 

Fenomena perayaan awal tahun, banyak kita dapati di rumah-rumah, kampung-kampung, desa-desa bahkan kota-kota dengan berbagai versi, acara, hiburan yang amat luar biasa diadakan semalam suntuk.

Lalu bagaimanakah hukum perayaan tahun awal baru bagi muslim? Ternyata banyak kerusakan yang ditimbulkan sehingga membuat perayaan tersebut terlarang.

Sejarah Tahun Baru Masehi.

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak  365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.

Tidak lama sebelum Caesar terbunuh ditahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius, kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Sumber bacaan: http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun-Baru.

Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru :

Kerusakan Pertama : Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) Yang Haram.

Perlu diketahui bahwa perayaan ‘ied kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan : Orang-orang Jahiliyyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) disetiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah beliau mengatakan, ”Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang didalamnya. Sekarang Allah telah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha”. HR.An-Nasa’i no.1556. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shohih.

1
2
3
4
5
BAGIKAN

Komentar