Ribut di Pesawat, Awas Ditembak Pistol Kejut

119
Ilustrasi

SEOUL – Korean Air memutuskan bertindak tegas. Maskapai penerbangan milik Korea Selatan itu memerintah pramugari dan pramugara agar tidak segan menggunakan pistol kejut untuk mengatasi penumpang yang berulah kelewat batas. Sebab, dalam lima tahun terakhir, jumlah penumpang yang bertingkah tak pantas di pesawat naik hingga tiga kali lipat.

Kebijakan tersebut dipaparkan maskapai yang berbasis di Seoul itu kemarin (28/12). Mereka menindaklanjuti kritikan penyanyi senior Richard Marx yang melihat ketidaksigapan pramugari Korean Air saat menangani penumpang bermasalah pekan lalu. Bahkan, penyanyi yang dikenal dengan lagu Right Here Waiting tersebut ikut membantu menenangkan penumpang yang sedang mabuk itu.

Nathan Cho, juru bicara Korean Air, mengungkapkan bahwa pistol kejut sebelumnya hanya boleh digunakan ketika ada ancaman terhadap nyawa penumpang, kru, maupun terkait dengan keselamatan penerbangan. ’’Tapi, regulasi penggunaan pistol kejut tersebut akan diubah agar anggota kru pesawat bisa menggunakannya lebih agresif,’’ ujarnya.

Seluruh staf kini mendapatkan pelatihan tentang penggunaan pistol kejut yang benar dan cara menangani penumpang yang berulah. Korean Air juga akan menambah jumlah staf laki-laki di pesawat. Kebijakan lain yang akan diterapkan, membuat daftar hitam penumpang. Penumpang yang pernah berulah bakal ditolak untuk naik Korean Air.

Pekan lalu Marx naik pesawat Korean Air dari Hanoi ke Seoul bersama istrinya, Daisy Fuentes. Saat itu ada seorang penumpang laki-laki yang berusaha memukul, meninju, dan meludah saat para pramugari serta beberapa penumpang berusaha menenangkannya. Belakangan laki-laki 34 tahun tersebut diketahui merupakan pewaris salah satu perusahaan kosmetik yang besar di Korsel.

Marx mengunggah foto-foto yang diambil Fuentes ke Facebook dan Twitter miliknya. Marx menyebutkan bahwa staf maskapai terbesar di Korsel itu seakan tidak tahu caranya menggunakan pistol kejut yang ditodongkannya. Kericuhan berlangsung sekitar 4 jam sampai Marx dan beberapa penumpang laki-laki yang lain turun tangan.

1
2
BAGIKAN