Menpora Pastikan Anggaran PON Remaja Tidak Ada

60
Ilustrasi.

MATARAM–Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, memastikan tidak akan memberikan gelontoran dana untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang diselenggarakan 2017 mendatang.

“Kita sudah resmi merekomendasikan agar PON Remaja dibatalkan,” ungkapnya, di Mataram, Rabu (28/12).

Gawe yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) itu disebutnya sebagai kebijakan internal organisasi tersebut. Lantaran tak ada dukungan anggaran dari pihaknya, praktis, kegiatan tersebut direkomendasi untuk dibatalkan.

Ada beberapa alasan pembatalan PON Remaja, ungkapnya, salah satunya pendanaan. Di lain sisi, kegiatan tersebut bertepatan dengan penyelengaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang berlangsung 2017 di Jawa Tengah pada bulan September.

Karena adanya benturan jadwal, praktis, pihaknya hanya memfokuskan diri padfa penyelenggaraan Popnas. Langkah ini diambil agar berjalan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan.

“Kita ingin efisiensi anggaran dan betul-betul terjadi pengkaderan yang simultan agar menghasilkan atlet-atlet yang mempunyai potensi untuk dibina,’’ terangnya.

Bukan hanya itu, jika satu tahun 2 kali menghadapi event, pihaknya prihatin terhadap kondisi atlet. Karena itu, ajang Popnas direkomendasi untuk mencari atlet-atlet yang handal di masa datang.

‘’Kalau KONI ngotot melaksanakan, kita persilahkan. Karena itu tergantung dari internal mereka. Namun kita di pemerintah tidak memberikan anggaran,’’ ucapnya.

Diketahui Popnas telah berjalan sejak tahun 1989. Ajang ini merupakan salah satu media evaluasi pembinaan atlet junior. Sementara PON Remaja baru dua kali berjalan.

Dalam PON Remaja nanti, rencananya akan mempertandingkan 23 cabang olahraga dan atlet yang boleh berlaga maksimal 17 tahun. Sedangkan Popnas dijadwalkan digelar September 2017 dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga. (cr-adi)

BAGIKAN