Kriminolog: Kasus Pulomas, Pembunuhan Tersadis 2016

210
-Polisi memasang garis polisi di lokasi perampokan di Pulomas, Jakarta Timur.

KOORDINATOR Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa Nahrawardaya mengatakan, pembunuhan di Pulomas adalah yang tersadis sepanjang 2016.

Dikatakan sadis karena pembunuhnya membiarkan korbannya meninggal pelan-pelan.

Pelaku juga meninggalkan saksi yang dibiarkan melihat korban lainnya meninggal.

“Ini adalah pembunuhan tersadis di 2016. Dan ini adalah kasus besar yang harus dituntaskan kepolisian,” kata Mustofa di Jakarta, Rabu (28/12).

Dari penilaian Mustofa, para pelaku pembunuhan mengincar sesuatu dari korban yang seorang arsitek.

Karena keinginannya tidak terpenuhi, pelaku membunuh korban-korbannya.

“Kalau dilihat dari kronologisnya, pelaku ini masih punya perasaan juga karena lima korban lainnya (yang dinilai tidak berkepentingan) dibiarkan hidup.‎ Namun, bisa juga pelaku sudah “bosan” sehingga tidak menambahkan daftar korbannya meski korban hidup ini akan mengalami traumatis,” paparnya.

Seperti diberitakan, sebelas orang di rumah Dodi Triono disekap di kamar mandi sejak Senin (26/12) sore.

Keberadaan mereka baru diketahui pada Selasa (27/12) pagi.

Namun, enam orang sudah dalam kondisi tewas. Yakni Dodi Triono (59), Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.

Sedangkan lima orang lainnya masih dalam kondisi hidup. Yaitu Emi (41), Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22), Fitriyanim (23) dan Windy (23). (esy/jpnn)

BAGIKAN