Eks Pacar Korban Sekapan: Enggak Nyangka Bisa Begini

304
-Kediaman Dodi Triono di Pulogadung sebagai TKP yang diberi policeline. Foto: jawa pos

RAUT murung terpampang di wajah Diaz (18). Dia ada di sekitar rumah Dodi Triono (59) yang tewas bersama lima orang lainnya di sebuah rumah mewah di kawasan Pulomas Residence, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12).

Diaz menuturkan, salah satu korban adalah Diona Arika Andra Putri (16) yang masih duduk di bangku kelas XI sekolah menengah atas. Menurut Diaz, almarhumah pernah menjadi kekasihnya.

“Saya terakhir berhubungan tiga pekan lalu, enggak nyangka bisa begini,” katanya di dekat romah Dodi yang menjadi tempat kejadian perkara.

Meski sudah tak menjalin kisah kasih dengan Diona, namun Diaz mengaku masih sering berhubungan dengan korban. Sebab, kata Diaz, dirinya dan korban memang sudah dekat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Saya itu dekatnya udah lama waktu masih SMP, saya kakak kelas dia. Pacarannya enggak lama,” sambungnya mengenang.

Diaz pun mengaku sengaja datang ke lokasi setelah mendapat kabar dari temannya. Dia pun bertanya-tanya karena ada orang yang berbuat sekeji itu.

Padahal, Diona dan keluarganya dikenal baik. Dia orangnya baik, keluarganya juga baik,” tambah dia.

Diaz yang kini sudah menjadi mahasiswa pun berharap agar polisi bisa segera mengusut tuntas kasus pembunuhan keji itu. “Doakan yang terbaik saja buat mereka (korban),” tukas dia.

Seperti diketahui, pembunuhan sadis itu menewaskan enam orang. Identitas korban adalah Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.

Enam korban itu bagian dari sebelas orang yang disekap di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter sejak Senin (26/12) sore dan baru diketahui pada pukul 08.00 pagi tadi. Sedangkan lima korban luka adalah Emi (41), Zanette Kalila Aazaria (13), Santi (22) , Fitriyani (23) dan Windy (23).(elf/JPG)

Komentar