Gaji Honorer Bontang Dipotong, Begini Simulasinya

452
Ilustrasi

BONTANG –  Gaji Non PNS yang akan dikurangi di tahun 2017, rencananya dilakukan pengelompokkan. Pengelompokkan melihat dari pendidikan serta masa kerja para tenaga honorer. Namun demikian, pengelompokkan tesebut masih belum final dan akan dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kasi Belanja Pegawai, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Bontang, Moch Arif Rohman mengatakan, pihaknya sudah mensimulasikan pengelompokkan, baik berdasarkan masa kerja maupun pendidikan.

Namun demikian, jika berdasarkan masa kerja dilakukan, tentu berbenturan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan. “Apalagi, tenaga honorer Pemkot Bontang ini, kontraknya sudah per 1 tahun, sehingga tidak dilihat dari lamanya masa kerja,” jelas Arif saat ditemui di ruangannya, Selasa (27/12) kemarin.

Adapun simulasi pengelompokkan berdasarkan pendidikan, dirincikan Arif  bagi Non PNS dengan jenjang pendidikan SD-SMP akan mendapatkan Rp 1.500.000 dari sebelumnya Rp 2.350.000, untuk jenjang SMA, D1, dan D2 akan mendapat gaji Rp 1.550.000 dari sebelumnya Rp 2.450.000.

Sementara untuk jenjang D3 akan mendapat gaji Rp 1.600.000 dari sebelumnya Rp 2.550.000, sedangkan non PNS lulusan S1 dan S2 akan digaji Rp 1.650.000 dari gaji sebelumnya Rp 2.650.000.

“Itu baru hasil simulasi karena saat asistensi ada yang mengusulkan jangan dimasukkan masa kerja mengingat mereka kontrak per 1 tahun,” ungkapnya.

Mengenai hal itu, pihak DPPKA Bontang pun melaporkan ke Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Pada prinsipnya, Neni menyetujui hanya saja, DPPKA diminta untuk mengkomunikasikan dengan Forum Non PNS.

Memang, diakui Arif, pihaknya belum melakukan komunikasi secara resmi dan hanya sekadar obrolan warung kopi. Tetapi, Ketua Non PNS, Heru Wahyudi mengaku keberatan jika masa kerja tidak dimasukkan dalam pengelompokkan tersebut. “Makanya terkait hal ini masih belum final, dan TAPD akan mebahasnya lagi dengan Tim Managemen Kinerja,” ujarnya.

1
2
BAGIKAN