Hobi Membuahkan Hasil, Jadi Sarana Mengabdi 

196
Siswo dan Asmahah (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

 

Setiap orang pasti memiliki kegemaran atau hobi. Namun, hanya sedikit orang yang mampu mengelola hobinya sehingga mampu menghasilkan keuntungan. Siswo merupakan satu dari sedikit orang tersebut.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

PRIA yang sudah berambut putih ini masih tetap terlihat semangat di usianya yang ke-64. Sejak 1984, Siswo sudah menempati rumah yang kini disulap menjadi tempatnya berdagang segala jenis perlengkapan bertani dan rumah tangga. Usaha yang diberi nama UD Tani ini memang berawal dari kegemaran Siswo untuk berkebun. Hal tersebut pun mulai tampak saat Siswo masih tinggal di camp saat menjadi karyawan Pupuk Kaltim. “Di antara hobi teman-teman saya yang lain, saya malah memilih membuat kolam dan berkebun di sekitar camp,” ujar Siswo.

Berbekal hobinya itulah, perlahan dia mulai menjual aneka macam tumbuhan yang tumbuh di sekitar Bontang saat itu. Nyaris tanpa modal, Siswo nekat membuka usaha tersebut dan membeli tanah di Jalan Ahmad Yani yang hingga kini masih ditempatinya. Rupanya, keputusan Siswo membeli tanah tersebut membuat beberapa rekannya kaget. “Mereka sampai bilang, kok mau beli tanah disini. Soalnya waktu itu sepi sekali, baru ada beberapa rumah,” kata pensiunan Pupuk Kaltim ini.

Untuk mendapatkan tanah tersebut, dirinya pun rela mengeluarkan tabungannya yang sudah disimpannya sejak sebelum hijrah ke Kota Taman. Bahkan, pria asal Demak Jawa Tengah ini pun mengaku masih kekurangan dalam membeli tanah ini. “Waktu itu saya masih digaji sekitar Rp 120 ribu, harga tanahnya Rp 4,5 juta. Jadi masih saya cicil-cicil juga,” ujar Siswo.

Usai menjual berbagai tumbuhan, Siswo kemudian berpikir untuk turut menjual polibag. Namun, karena harga polibag yang kala itu masih tinggi, dia mencoba mencari cara menggunakan plastik yang diberi lubang. Tampaknya memang terlihat berhasil. Namun beberapa hari kemudian, plastik yang digunakan sebagai pengganti polibag itu pun hancur. Rupanya, bahan plastik tersebut masih kurang kuat sebagai pengganti polibag.

1
2
3
BAGIKAN