12 Tahun Tsunami Aceh

34
Ilustrasi. (Dok. Jawa Pos)

BANDA ACEH (RA) – Kepala Peneliti Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Khairul Munadi, mengatakan, kesiapsiagaan masyarakat Aceh dalam mengahadapi bencana masih tergolong lemah.

Secara umum aspek mitigasi dan upaya-upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Tidak hanya masyarakat, tetapi juga aparatur pemerintah. Ini tercermin dari minimnya regulasi terkait dan lemahnya implementasi.

“Padahal kebanyakkan kita paham bawah Aceh rawan bencana. Jadi perlu ikhtiar untuk mengantisipasi kerawanan tersebut,” katanya Khairul, Senin (26/12).

Khairul mengatakan, pendidikan atau edukasi mitigasi bencana sangat perlu dan penting diberikan pada masyarakat untuk memahami bencana dan menghadapinya.

“Aceh dengan beragam hazards (ancaman), pendidikan kebencanaan dan khususnya PRB sangat penting. Pemahaman yang benar terhadap bencana dan PRB perlu ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita. Tidak hanya sekedar paham, namun juga harus sampai pada perubahan cara berpikir, sehingga terwujud dalam tindakan dan perilaku. Bila tidak, mustahil kita bisa menciptakan Aceh yang aman bencana di masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada beberapa upaya dan tindakan yang dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang bencana. Seperti seperti sekolah siaga bencana, drill, sosialisasi, dan lainnya.

“Namun belum cukup masif dan sistemik. Sehingga keberlanjutannya terganggu,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai bencana kepada masyarakat secara luas, pemerintah seharus membuat kebijakan yang intensif serta berkelanjutan.Perlu adanya intervensi kebijakan yang ditopang dengan intervensi sosio-kultural.

“Upaya edukasi kebencanaan harus diwajibkan dalam pendidikan formal, baik terintegrasi dengan kurikulum maupun sebagai pendukung atau ekstra kurikuler. Selain itu, perlu juga keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, sebagai upaya memberikan edukasi nonformal kepada masyarakat,” paparnya.

1
2
3
BAGIKAN