Bandara Ahmad Yani Mulai Dibuka

37
Pesawat Wings Air ATR 72-600 mengalami kecelakaan di Bandara Ahmad Yani Semarang kemarin. (Radar Semarang)

Menhub Tegur Awak Pesawat Wings Air

JAKARTA – Insiden pesawat Wings Air yang tergelincir di Bandara Ahmad Yani Semarang perlahan-lahan mulai ditangani. Setelah berhasil mengevakuasi pesawat, pemerintah mulai perlahan-lahan membuat aktifitas bandara berangsur normal. Pemerintah pun menegaskan bahwa pihaknya juga akan menyelidiki penyebab kecelakaan sekaligus memberikan sanksi tegas.

Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Subagio mengatakan, Bandara Ahmad Yani Semarang sudah dibuka kembali pada pukul 07.41 WIB. Keputusan tersebut sesuai dengan Notam yang telah dikeluarkan oleh Direktorat Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara no. B8029/16 NOTAMC B8028/16.

’’Dengan dibukanya kembali Bandara Ahmad Yani, penerbangan dari dan ke bandara tersebut telah normal kembali. Memang terjadi beberapa pergeseran slot tapi sudah berangsur membaik,’’ jelasnya di Jakarta kemarin (26/12).

Namun, dia tetap menghimbau pihak-pihak terkait untuk tetap bersiaga dan melakukan pelayanan yang maksimal kepada penumpang. Pasalnya, masih ada potensi delay atau pergeseran slot yang terjadi akibat insiden Natal lalu. ’’Kami menghimbau pada para maskapai dan pengelola bandara untuk tetap bersiaga dan waspada. Semua pemberi layanan harus berupaya maksimal sesuai peraturan yang berlaku pada penumpang,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pesawat ATR 72-600 milik Wings Air saat ini telah dipindahkan ke apron F Bandara Ahmad Yani. Pesawat tersebut diserahkan dan menjadi kewenangan KNKT untuk menyelidiki kejadian tersebut. Dirjen Pehubungan Udara pun mengaku akan membantu proses investigasi oleh Tim KNKT,dengan memberlakukan grounded sementara kepada pilot pesawat tersebut.

’’Pilot in Command pesawat ATR 72-600 Wings Air tersebut atas Kapten George Tarun Rajan akan dilarang terbang sampai penyelidikan selesai,’’ tegasnya. Dia mengaku bakal betindak tegas jika pihak maskapai atau awak pesawat salah. Namun, keputusan itu harus menunggu delik dari KNKT.

Komentar