Ternyata Korban Pembunuhan Punya Kedekatan dengan Jokowi

1271
KORBAN SEKAPAN: Salah satu jenazah korban penyekapan di sebuah rumah di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12) saat dievakuasi ke dalam ambulans untuk dibawa ke RS Polri Kramat Jati. (Elfany Kurniawan/JawaPos.Com)

Dodi Triono yang menjadi korban perampokan sadis di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 16 Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Gani.
Dia menjelaskan, korban yang berprofesi sebagai arsitektur ini memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo saat awal-awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan saja langsung makan malam sama pak Dodi, sama saya bareng,” ujar Gani di lokasi, Selasa (27/12).
“Dia dapat ucapan dari Jokowi, mas apa yang bisa saya bantu. Diundang makan itu dulu sama pak Dodi. Berarti punya kedekatan kan ya. Saya yakin punya kedekatan,” sambung Gani.
Selain berprofesi sebagai aristektur, korban juga merupakan Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Gani tak tahu pasti mengenai pekerjaan Dodi. Dodi diketahui jarang berada di rumah. Dia sering berada di luar negeri. Dia hanya ketemu dengan Dodi sepekan sekali, yaitu hari Sabtu.
“Ya mungkin pengusaha, arsitek mungkin ya. Pak Wali Kota juga hadir. Saya ketemu pak Dodi cuma hari Sabtu. Sehari-hari keluar negeri. Ke Jepang, ke Hongkong,” kata dia.
Dodi merupakan salatu satu dari 11 perampokan dan pembunuhan sadis di rumahnya yang berada di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Selasa 27 Desember.
Dia dan korban lainnya ditemukan dalam satu kamar mandi rumah yang berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.
Enam orang, termasuk Dodi ditemukan dalam kondisi tewas. Lima lainnya masih hidup dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka dipastikan korban perampokan. (elf/JPG)