Kronologi Diketahuinya Aksi Pembunuhan Sadis Itu…..

3670
-Kediaman Dodi Triono di Pulogadung sebagai TKP yang diberi policeline. Foto: jawa pos

*) Selasa (27/12) sekitar pukul 08.30, Sheila Putri dan Evan Sandreho (rekan Diona Arika Andra Putri, 16,) datang ke rumah orang tua korban, Dodi Sutriono, 59. Shela dan Evan sengaja datang untuk mengajak main.

*) Mereka (sheila dan Evan) mencoba menghubungi ponsel Diona tapi tidak aktif. Mereka langsung menghubungi Sugeng, 32, (salah seorang pegawai Dodi di rumah keduanya di Pulomas Residance di RT 12/16).

*) Sugeng, Lutfi, dan ketua RW Abdul Ghani, mencoba mengecek ke rumah korban pukul 09.00 Sugeng pun mencoba telepon Dodi dan anak-anaknya tapi tidak aktif ponselnya. Selain itu gerbang rumah tertutup tapi gemboknya terbuka.

*) Mereka pun masuk ke pintu utama dan kaget pintu itu tidak terkunci.

*) Lalu beberapa orang mulai memeriksa isi rumah. Ada yang ke belakang ada juga yang ke lantai dua.

*) Saat di dalam rumah, Sugeng melihat kunci-kunci mobil berserakan di lantai. Lalu Sugeng mengecek ke kamar mandi belakang.

*) Saat itu saksi Sugeng mendengar teraiakan dari salah satu korban, Gemma Dzalfayla. Tapi dia tak berani mendobrak.

*) Saat itu pintu kamar mandi pembantu di kunci dari luar dan gagang pintu dipatahkan.

*) Sugeng dan para saksi lainnya lalu melapor ke pospol Kayu Putih.

*) Setelah polisi datang pukul 09.30, polisi dan para saksi langsung mendobrak engsel pintu pakai linggis. Mereka kaget melihat 11 orang menumpuk di kamar mandi ukuran 2×1.

*) Di dalam kamar mandi itu korban bertumpuk. Ada yang duduk Dodi (ketua rt 012/16 pemilik rumah), Tarsok (sopir), dan Yanto (sopir). Yang tengkurap Amel (teman Gemma) Gemma dan Diona posisi tengkurap. Yang hidup (pingsan saat ditemukan) duduk di wastafel dan duduk bersender di tembok.