Diundang ke Bangkok Biaya Diluar APBD, Seriusi Kembangkan Wisata

72
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berkomitmen untuk mengembangkan wisata di Bontang.

Indominco Siap Support Melalui CSR

BONTANG –  APBD Bontang baru saja disahkan. Dari pengesahan itu, APBD dipastikan hanya menyentuh Rp 865 Miliar. Namun hal itu dipastikan tidak akan membuat komtimen Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wawali Basri Rase  untuk melakukan pembangunan terhambat.

Upaya terus dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah melakukan pembangunan dengan tidak menggunakan dana – dana APBD. Melainkan dengan melibatkan perusahaan.

Ya, hal itulah yang saat ini tengah dilakukan pemerintah. Meski di tengah kondisi APBD lagi defisit, rencana pemerintah untuk mengembangkan wisata akan tetap berlanjut.

Rencana ini pun mendapat dukungan dari PT Indominco Mandiri. Bahkan, sebagai langkah serius, PT Indominco Mandiri mengundang Wali Kota untuk berangkat ke Bangkok untuk mendapatkan refrensi dalam membangun sektor wisata di Bontang.

“Sehubungan dengan penurunan jumlah anggaran APBD, Pemerintah Kota Bontang meminta kepada Banpu (PT.Indominco) untuk berpartisipasi melalui program CSR mereka. Partisipasi yang diharapkan adalah pengembangan wisata mangrove (eko wisata) dan penanggulangan banjir. Untuk itu, Banpu mengundang ke Bangkok untuk melihat berbagai obyek disana dan menjadi bahan pembanding,” jelasnya.

Kata Wali Kota,  agar tidak mengganggu aktivitas pemerintahan, kunjungan ini dipilih pada hari libur. Dan, seluruh biaya dalam perjalanan ini ditanggung oleh Banpu

Seperti diketahui, APBD Tahun 2017 dipastikan bekisar sekitar Rp 865 Miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berjumlah Rp 146 Miliar, dana perimbangan menyentuh angka Rp 611 Miliar serta lain – lain pendapatan yang sah jumlahnya sekitar Rp 107 Miliar.

“Berdasarkan anggaran pendapatan daerah, maka anggaran belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 855 Miliar lebih yang terdiri dari anggaran belanja langsung dengan perincian belanja tidak langsung sebesar Rp 337 Miliar dan belanja langsung sekitar Rp 517 Miliar,” urainya.

1
2
BAGIKAN