Pondok Disatroni Kawanan Rampok

33
Ilustrasi

Dipukuli dan Diikat, Korban Meninggal di Depan Anak dan Istri

SANGATTA – Aksi perampok kian nekat. Minggu (25/12) kemarin, Sabbara (59) tewas di rumah podoknya, Dusun Sei Redan Desa Suka Damai Kecamatan Teluk Pandan setelah disatroni kawanan perampok. Uang tunai beserta perhiasan emas dan alat elektronik senilai Rp 25 juta raib. Hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Informasi yang dihimpin Radar Kutim, kejadian berawal saat korban bersama Suri (49) istrinya dan Has (15) anaknya tengah beristirahat di pondoknya. Sekira pukul 02.00 Wita, tiba-tiba pelaku yang berjumlah tiga orang langsung mendobrak pintu rumah pondok tersebut. Lokasi pondok korban yang berada ditengah kebun, dan jauh dari pemukiman memudahkan pelaku melakukan aksinya.

Setelah berhasil masuk, pelaku mengancam korban dengan menanyakan harta benda yang dimiliki. Korban beserta istri dan anaknya pun diikat pelaku dengan menggunakan tali nilon yang terdapat di pondok tersebut. Korban pun sempat mendapat pukulan dibagian wajah menggunakan linggis oleh pelaku. Korban pun tersungkur dan tertelungkup menghadap kasur. Naas, akibat kondisi tersebut korban kesulitan bernafas hingga akhirnya meninggal di TKP dihadapan anak dan istrinya yang masih dalam kondisi terikat.

Sementara pelaku, usai berhasil menggasak seluruh barang berharga korban langsung pergi.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko menyataan, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah keterangan di TKP. Khususnya mencari latar belakang dari kasus tersebut, apakah murni perampokan atau ada dugaan lain.

“Sementara anggota masih di TKP mengumpulkan alat bukti dan keterangan. Kita juga masih memastikan apakah ada permasalahan lain yang kaitannya dengan korban,” ucap Rino disela-sela memantau pengamanan Natal, Minggu (25/12) kemarin.

1
2
BAGIKAN